Agribisnis | HOME |

INDUSTRI PARIWISATA

Agrowisata Taiwan bidik turis muslim Indonesia

oleh : Dupla Kartini | Senin, 25 September 2017 | 11:27 WIB

Agrowisata Taiwan bidik turis muslim Indonesia

KONTAN.CO.ID - Industri wisata pertanian dan perkebunan (agrowisata) Taiwan gencar merambah pasar Asia. Salah satu yang belakangan ini serius digarap yaitu pasar Indonesia, dengan penduduk mayoritas beragama Islam.

Asosiasi industri agrowisata Taiwan alias Taiwan Leisure Farm Development Association (TLFDA) membidik sekitar 10.000 pengunjung dari Indonesia pada tahun ini. Target tersebut naik dibandingkan pencapaian tahun lalu sekitar 7.000 pengunjung.

Sekadar gambaran, sebagai asosiasi, TLFDA membantu mengembangkan kualitas layanan, brand images hingga pemasaran leisure farm anggotanya. Saat ini, TLFDA memiliki 170 anggota. Jumlah itu mencapai 56% dari total leisure farm yang ada di Taiwan.

Calem Ngan, International Marketing Secretary TLFDA mengatakan, Indonesia dan pelancong muslim merupakan target pasar yang baru dikembangkan.

Meski begitu, tahun lalu, jumlah kunjungan turis muslim Indonesia ke wilayah Taiwan sudah mencapai 1.900 orang, atau sekitar 27,14% dari total turis asal Indonesia yang berkunjung ke negeri berjuluk Formosa ini.

"Tahun ini, diharapkan mencapai 2.800 turis muslim Indonesia," kata Calem di sela-sela Media Trip di Taiwan, Sabtu (23/9).

Itu sebabnya, pelaku agrowisata Taiwan berupaya menyediakan fasilitas wisata dan menu makanan yang bersahabat dengan pengunjung muslim. Sejauh ini, sudah ada tujuh destinasi yang mengantongi sertifikat halal dari Chinese Muslim Association (CMA).

Ketujuh lokasi wisata itu, adalah Shangrilla Leisure Farm, Toucheng Leisure Farm dan Tea and Rice Resort di Distrik Yilan. Lalu, Taiyi Ecological Leisure Farm dan Forest 18 Leisure Farm di Distrik Nantou. Serta, Long Yun Leisure Farm di Distrik Ciayi, dan Zhuo Ye Cottage Farm di Distrik Miaoli. 

Setiap destinasi menawarkan panorama dan objek wisata yang unik dan variatif. Misalnya, Shangrilla Leisure Farm menyajikan panorama khas pegunungan dan hamparan bukit hijau mengelilingi resort. Shangrilla dibangun di kaki Pegunungan Dayuan, dengan ketinggian 250 meter di atas permukaan laut.

Selain aroma khas pegunungan, pengunjung bisa menjumpai katak primitif dan kupu-kupu yang berterbangan bebas. Ada pula atraksi unik, seperti lentera terbang (sky lantern) dan membuat makanan khas Taiwan.

Di lokasi lain, Taiyi Ecological Leisure Farm, bunga menjadi bagian terpenting. Tak heran, bunga dihadirkan dalam berbagai sajian, mulai dari taman bunga, flower hall, hingga menjadi menu makanan (flower meal). Selain bunga empat musim, di lokasi wisata seluas 13 hektare ini juga dapat dijumpai kebun markisa, strawberry hingga taman hutan tropis. 

Yang pasti, ketujuh destinasi wisata ini menyuguhkan juga menu makanan dan minuman yang halal. Sebagian besar yang disajikan bahan makanan organik hasil perkebunan sendiri.

"Target kami dapat mencapai setidaknya 10 leisure farm yang memiliki sertifikat halal hingga 2018 mendatang," ungkap Calem.

Untuk mendapatkan sertifikasi halal, pemilik farm harus memenuhi sejumlah persyaratan, seperti dapur, ruang makan dan peralatan yang terpisah untuk menu halal, hingga bahan makanan halal.

Sebelum menerbitkan sertifikasi halal, CMA akan meninjau langsung lokasi farm. Pengelola agrowisata juga harus mengikuti kursus layanan khusus muslim. Adapun, sertifikasi halal ini berlaku setahun.