Kesehatan
TEKNIK PENGOBATAN ATAS KAKNKER
Aneka teknik dan terapi pengobatan kanker
oleh : Epung Saepudin | Selasa, 07 Februari 2012 | 13:00 WIB
artikel dibaca sebanyak 405 kali
Aneka teknik dan terapi pengobatan kanker

Cara menangani atau pengobatan penyakit kanker tergantung lokasi, jenis serta tingkat penyebaran sel-sel kanker. Roul Sibarani, dokter neurologi di MRCC Rumah Sakit Siloam,mengatakan, pengobatan penyakit kanker juga tergantung pada preferensi kesehatan si pasien. Jika terdeteksi lebih dini, kanker bisa ditangani dengan sistem radiasi untuk menghancurkan sel-sel kanker.

Secara medis, ada tiga jenis pengobatan kanker yaitu pembedahan, radioterapi dan kemoterapi. Pengobatan tersebut ditujukan untuk menghilangkan sel kanker atau menghancurkannya dari tubuh. Jika sudah ganas, biasanya jenis pengobatan dilakukan secara kombinasi. "Jika terdeteksi dini, radiologi bisa dilakukan," imbuh Roul.

Metode pengobatan kanker dengan pembedahan di beberapa kasus masih dilakukan. Namun, cara ini hanya bisa ditempuh ketika kanker berada di lokasi tertentu dan belum menyebar ke bagian tubuh lain. Bila sudah menjadi tumor, dan menyebar ke bagian lain dari tubuh (metastase), pembedahan tak lagi dipakai.

Nah, dalam kondisi tersebut, pengobatan terbaik melalui radiasi sinar X, sinar gamma, dan elektron khusus alias radioterapi. Cara ini efektif menghancurkan sel-sel kanker agar tidak berkembang lagi. Selain itu, radioterapi tidak menimbulkan rasa sakit. Jika tumor belum menyebar, pengobatan dengan pembedahan bisa bersamaan dengan radioterapi.

Pengobatan lain yang banyak dipakai yaitu kemoterapi. Yaitu pengobatan dengan mengkonsumsi obat-obat khusus untuk mematikan sel-sel kanker. Biasanya dilakukan melalui injeksi, pil, minuman, hingga krim yang dioleskan ke bagian tubuh tertentu. Opsi ini untuk kanker yang sudah menyebar ke bagian tubuh lain. Hanya, ada efek lain dari pengobatan ini, seperti rambut rontok, mual-mual, badan lemas.

Terapi biologis juga bisa dipilih. Yaitu menggunakan protein yang merangsang produksi sel darah putih, sehingga memperkuat daya tahan dan sistem kekebalan tubuh.

Sumber Harian KONTAN, 7 Februari 2012
0 Komentar
Telah dibaca sebanyak 405 kali
Salin Tulisan