HOME | Makroekonomi |

ALOKASI ANGGARAN

Anggaran daerah banyak tersedot buat belanja pegawai

oleh : Hans Henricus | Kamis, 28 April 2011 | 15:34 WIB

Anggaran daerah banyak tersedot buat belanja pegawai

JAKARTA. Anggaran belanja dan pendapatan daerah (APBD) 2010 banyak tersedot untuk belanja pegawai. Menteri Keuangan Agus Martowardojo mencatat sepanjang tahun 2010 alokasi belanja pegawai naik menjadi Rp 198 triliun ketimbang tahun 2009 sebesar Rp 123 triliun.

Sedangkan, alokasi belanja modal dalam APBD pada tahun 2010 sebesar Rp 96 triliun atau lebih kecil dari tahun sebelumnya sebesar Rp 104 triliun. "Disini kelihatan belanja modal turun dan belanja pegawai yang naik," ujar Agus dalam musyawarah perencanaan pembangunan nasional, Kamis (28/4).

Menurutnya, porsi alokasi belanja pegawai dalam APBD pada tahun 2010 meningkat menjadi 45% dari sebelumnya 38%. Adapun alokasi belanja modal dalam APBD hanya 22%. "Tentu trend ini mesti kita kaji dengan waspada," imbuhnya.

Menurutnya, pada tahun lalu sebanyak 145 daerah yang memiliki alokasi belanja pegawai lebih dari 60% dari APBD. Sehingga, alokasi anggaran belanja modalnya hanya berkisar antara 30% hingga 40%.

Mengacu pada kondisi ini, Agus menyampaikan solusi untuk mengalirkan anggaran belanja modal lebih banyak.Pertama, rasionalisasi belanja gaji dan tunjangan pegawai negeri sipil daerah.

Kedua, meningkatkan kualitas belanja APBD melalui peningkatan persentase belanja modal. Ketiga, mengarahkan belanja APBD untuk kegiatan yang menyokong kegiatan ekonomi lokal, pengentasan pengangguran dan kemiskinan.

Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengaku sudah meminta kepada setiap Gubernur untuk mengkaji komposisi anggaran setiap kabupaten/kota masing-masing. "Supaya bisa memperbaiki serta mempertajam sasaran anggaran untuk masyarakat," kata Gamawan.

Bukan itu saja, upaya perbaikan itu juga berlaku bagi pengelolaan anggaran pemerintah pusat yang mengalir ke daerah. Gamawan menjelaskan, pada tahun 2010 alokasi transfer ke daerah mencapai Rp344,7 triliun, tahun 2011 sebesar Rp393 triliun.

Sedangkan tahun 2012 rencana alokasi tarnsfer ke daerah mencapai Rp437,1 triliun. "Dulu tahun 2005 baru Rp150 triliun, bayangkan dalam 7 tahun hampir 300%," ujar mantan Gubernur Sumatera Barat itu.