HOME | Wisata |

INDUSTRI PARIWISATA

Arief Yahya ingatkan pentingnya digital tourism

oleh : Jane Aprilyani | Senin, 13 November 2017 | 14:42 WIB

Arief Yahya ingatkan pentingnya digital tourism

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Pariwisata Arief Yahya (Menpar) Arief Yahya dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Association of the Indonesian Tour & Travel Agencies (ASITA) tegaskan Digital Tourism.

Arief menyebut, gangguan digital terjadi di industri 3T, telekomunikasi, transportasi, dan turisme. Karena industri pariwisata, cepat atau lambat akan menghadapi perubahan yang revolusioner, sehingga industri pariwisata harus mengikuti perubahan.

“Revolusi teknologi digital ini tidak bisa dihindari, pasti terjadi. Secara alamiah akan mengubah dunia, menciptakan model bisnis baru, jadi pelaku industri yang tidak mau berubah dengan platform digital, pasti akan ditinggalkan customer,” jelas Arief Yahya dalam keterangan yang diterima Kontan.co.id, Senin (13/11).

Arief juga mencontohkan di transportasi terjadi ketika bertemu dengan digital, seperti Grab, Gojek dan Uber. Dengan munculnya digital transportation, harga pasar langsung berubah total, harga drop drastis. Begitupun di telekomunikasi, semakin murah, semakin gratis, akan semakin untung. Karena itu WhatsApp (WA), Google, Baidu, Line mengirimkan pesan gratis, tidak berbayar.

Sementara, revolusi ketiga adalah tourism. Ini yang paling diwanti-wanti Arief Yahya agar industri pariwisata Indonesia waspada. Menurutnya, bila travel agent tidak bisa mengikuti perubahan zaman, dikhawatirkan akan bernasib sama seperti warung telekomunikasi (wartel), terbunuh dengan sendirinya. Travel agent konvensional akan sulit bersaing dengan online travel Agent, seperti Traveloka, Booking.com, TripAdvisor, Ctrip, dan lainnya.

Di acara yang digelar tiga hari 10-12 November 2017 ini, Arief Yahya juga menyampaikan perubahan kinerja dalam organisasi Kementerian Pariwisata RI yang bergerak semakin cepat dan berorientasi ke arah program Digital Tourism.

Dalam presentasinya dijelaskan bahwa salah satu rahasia mengapa growth wisman Indonesia termasuk 20 besar dunia, atau naik hingga 25%? Di saat regional ASEAN dan dunia hanya naik rata-rata 6%. Dia mengaku semua disebabkan digital tourism yang diterapkannya.

Ketua DPP ASITA Indonesia, Asnawi Bahar mengakui apa yang disampaikan Arief Yahya benar adanya. Sebab itu, kata dia, ASITA pun sudah mempersiapkan diri. Karena itu ASITA juga menyiapkan aplikasi-aplikasi yang bisa digunakan para anggotanya untuk bisa turut bersaing di era digital tourism sekarang ini.