Bisnis | Infrastruktur | HOME |

INDUSTRI PARIWISATA

BKPM dan Kempar tawarkan investasi di Manado

oleh : Handoyo | Senin, 22 Mei 2017 | 22:09 WIB

BKPM dan Kempar tawarkan investasi di Manado

MANADO. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Kementerian Pariwisata (Kempar) akan menawarkan destinasi investasi kepada 250 partisipan di acara Manado International Conference in Tourism (Invest Manado), Rabu (23/5).

Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal BKPM Himawan Hariyoga mengatakan, destinasi investasi yang ditawarkan mendapatkan respons positif dari peserta yang akan hadir. "Saat ini sudah ada 27 perwakilan perusahaan asing yang meminta pertemuan one-on-one dengan pemerintah daerah," kata Himawan, Senin (22/5).

Menurut Himawan, rata-rata investor tersebut berminat untuk menanamkan modalnya di bidang sarana penunjang pariwisata. "Tanpa sarana penunjang dengan standar internasional, maka akan sulit bagi daerah mengembangkan potensi pariwisatanya," paparnya.

Lebih lanjut Himawan menjelaskan bahwa untuk destinasi investasi di Provinsi Sulawesi Utara, investor yang hadir diarahkan untuk menanamkan modal di KEK Bitung atau Bunaken yang menjadi salah satu primadona pariwisata.

"Untuk Bitung yang akan diinformasikan lebih pada aktifitas logistik dengan pembangunan Pelabuhan maupun interkoneksi Bitung-Manado-Gorontalo," ungkapnya.

Investor akan dipertemukan dengan beberapa perusahaan yang telah menanamkan modalnya di Bitung seperti Grup Indofood. "Sedangkan investor yang fokus di sektor Pariwisata dapat menggali informasi lebih dalam di Bunaken," lanjut Himawan.

Bunaken selama ini dikenal sebagai salah satu obyek wisata nasional menawarkan keindahan alam bawah laut dengan berbagai aktivitas wisata seperti snorkling dan diving.

Selain Bitung dan Bunaken, acara Invest Manado juga akan dimanfaatkan untuk menyampaikan potensi investasi pariwisata di Wakatobi (Sulawesi Tenggara) dan Morotai (Maluku Utara).

Dari data Investasi asing (FDI) BKPM hingga kuartal pertama tahun 2017, Sulawesi Tenggara berada di peringkat 8 dengan nilai investasi mencapai US$ 272,20 juta, sementara Sulawesi Utara berada di peringkat 16 dengan nilai investasi mencapai US$ 151,49 juta serta Maluku Utara di peringkat 23 dengan nilai US$ 32,30 juta.