Media & E Commerce | HOME |

INDUSTRI FILM

Falcon menadah berkah Warkop

oleh : Dede Suprayitno | Senin, 19 September 2016 | 06:00 WIB

Falcon menadah berkah Warkop

JAKARTA. Geliat industri film nasional tak hanya meninggalkan catatan jumlah penonton bioskop hingga jutaan orang. Produsen film seperti PT Falcon Pictures juga mengaku, bisnis film dalam negeri semakin menggairahkan sehingga tak bisa dianggap sebelah mata.

Terbaru, Falcon Pictures menikmati euforia film produksi mereka yakni Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 1. Film yang mengemas ulang film lawas Warkop DKI itu mencatatkan 3.468.702 penonton sejak tayang perdana di bioskop 8 September 2016.

Menurut catatan situs filmindonesia.or.id hingga Minggu (18/9), jumlah penonton Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 1 tadi berada di urutan kedua setelah Ada Apa Dengan Cinta 2 yang meraup 3.665.509 penonton.

Patut dicatat, jadwal penayangan Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 1 masih berlangsung hingga kini. Dengan catatan penonton tadi saja, Falcon Pictures mengaku sudah untung. Hitungan mereka, biaya balik modal pembuatan film Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 1 didapat jika menyedot dua juta penonton.

Namun, Falcon Pictures enggan menyebutkan nilai maupun target pendapatan yang diincar. "Sampai saat ini bahkan kami terus promosi, dengan nonton bareng," ujar Frederica, Produser Falcon Pictures saat ditemui KONTAN di Jakarta, Sabtu (17/9).

Tak cuma di dalam negeri, Falcon Pictures mempromosikan Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 1 ke Malaysia dan Singapura. Banyaknya warga negara Indonesia di dua negara itu dan kedekatan bahasa menjadi senjata untuk memikat penonton.

Kalau tak meleset, film yang dibintangi oleh Vino G. Bastian, Abimana Aryasatya dan Tora Sudiro tersebut akan tayang di Negeri Jiran pada Oktober nanti. "Potensi Malaysia masih lumayan besar, mereka punya 1.000 layar," kata Frederica.

Biaya promosi

Agar film yang dibikin sukses mendatangkan cuan, produsen film seperti Falcon Pictures memang tak bisa mengabaikan strategi promosi. Manajemen perusahaan bahkan bilang, tak menutup kemungkinan biaya promosi film lebih besar ketimbang biaya produksi.

Contohnya Film Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 1 yang menghabiskan biaya promosi Rp 15 miliar. Padahal biaya produksinya Rp 10 miliar.

Pengalaman Falcon Pictures, rata-rata biaya promosi film mereka sebesar Rp 10 miliar - Rp 15 miliar. Sementara rata-rata biaya produksi film mereka pada tahun ini yakni Rp 20 miliar.

Mahal atau murahnya biaya produksi film tergantung jenis film dan tingkat kesulitan pembuatan. Ambil contoh, film Comic 8: Casino Kings yang merogoh kocek lebih dalam ketimbang My Stupid Boss. Pasalnya, Comic 8: Casino Kings menyajikan banyak adegan aksi.

"Selain action, film yang diproduksi di luar negeri juga tinggi biayanya," terang Frederica.

Selain Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 1, tiga Falcon Pictures lain masuk dalam jajaran 10 besar film yang menyedot penonton terbanyak.

Kembali mengintip catatan filmindonesia.or.id, My Stupid Boss menggaet 3.052.657 penonton, Comic 8: Casino Kings Part 2 menggaet 1.835.644 penonton dan Sabtu Bersama Bapak menggaet 639.530 penonton.

Selain dari film baru, Falcon Pictures juga memompa kinerja dari distribusi 250 film lawas. Namun, mereka harus merestorasi ulang film itu supaya lebih baik kualitasnya. Sejauh ini, 90 judul film telah direstorasi. Butuh waktu enam bulan hingga delapan bulan merestorasi satu judul film.