HOME | Hukum |

DUGAAN KORUPSI E-KTP

Gaung #TangkapNovanto kian menggema di Twitter

oleh : Barratut Taqiyyah Rafie | Kamis, 16 November 2017 | 12:08 WIB

Gaung #TangkapNovanto kian menggema di Twitter

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setya Novanto saat ini tengah menjadi orang yang paling dicari di jagad Indonesia. Seperti yang diketahui, kemarin malam (15/11), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan upaya jemput paksa terhadap Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto.

Sayangnya, saat tiba di rumah Ketua Umum Partai Golkar tersebut, KPK mendapatkan informasi bahwa Setya Novanto tidak berada di rumah. Banyak yang menduga, upaya penangkapan Setnov bocor sehingga dia langsung melarikan diri ke luar negeri.  

Tak pelak, jagad Twitter pun ramai dengan "menghilangnya" Setnov. Hashtag #TangkapNovanto pun menggema di Twitter. Bahkan kemarin malam, hashtag ini sempat masuk ke jajaran tren topik terpopuler Indonesia.  

Berikut sejumlah cuitan terkait hashtag #TangkapNovanto di Twitter:

@jejebekha:

Semoga hari ini kabar baik. Pulang pa, pulang! Doorstop menantimu.. #TangkapNovanto

@Maknekyun:

Kasihan anak2 sekolah hari ini.
Mereka kelaparan, mereka ga jajan. Ga ada uang, mau minta sama papa. Papa ngilang dr semalem. #TangkapNovanto

@panca_sultan:

#TangkapNovanto Dan Usut Tuntas Keterlibatan Ikan Paus Pemakan Uang E-Ktp Iblis2 Namanya fahri hamzah dan fadli zon.

@elhami2:

bagaimana kalau SN dicari di GOOGLE ? Mana tahu beliau lagi berada di suatu tempat? #TangkapNovanto

@iffa_afiffah

#TangkapNovanto papah tidak cukup kuat menghadapi kenyataan yg ada.

@eldin9799

Pak Nov... Sampean kemana ? Sampean kan ketua DPR  Republik Indonesia ya ??  ketua dari para wakil kita untuk negara ini... Trus gimana dong.. Jangan tinggalkan kita dong... Kita masih butuh kanu pak nov... Butuh buanget... I miss yu..  #TangkapNovanto

@_putueka

berapa sih jumlah aparat dan penegak hukum di Indonesia ? nagkep satu orang aja gak bisa, awas lari ke luar negeri lagi #TangkapNovanto

Mengingatkan saja, KPK menetapkan kembali Novanto sebagai tersangka kasus E-KTP pada Jumat (10/11). Novanto sebelumnya lolos dari status tersangka dalam penetapan sebelumnya setelah memenangi gugatan praperadilan terhadap KPK.

Dalam kasus ini, Novanto bersama sejumlah pihak diduga menguntungkan diri sendiri, orang lain, atau korporasi.

Adapun sejumlah pihak itu antara lain Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo, pengusaha Andi Agustinus atau Andi Narogong, dan dua mantan Pejabat Kemendagri Irman dan Sugiharto.