kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.912
  • SUN102,00 -0,22%
  • EMAS620.130 0,16%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Gobel, dari elektronik, logistik dan batubara

Sabtu, 26 Mei 2012 / 10:58 WIB

Gobel, dari elektronik, logistik dan batubara

Tekad Rachmat ini juga tak lepas dari aktivitas di bidang pengembangan energi terbarukan. Asal tahu saja, kini Rachmat menjabat Ketua Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) periode 2012-2015.

Kegigihan Gobel Melobi Matsushita dan Rezim Soekarno

bisnis Panasonic di Indonesia adalah buah dari kegigihan Thayeb Mohammad Gobel. Saat itu dia gigih meminta pemilik Panasonic Corporation, Konosuke Matsushita agar mau memproduksi elevisi di Indonesia.

Awalnya, menurut Rachmat Gobel, pada tahun 1954 sang ayah mendirikan
PT Transistor Radio Manufacturing Co. Tujuannya agar rakyat Indonesia bisa mendengarkan pidato-pidato Presiden Indonesia yang pertama, Bung Karno, melalui radio transistor.

Tak lama setelah mendirikan perusahaan, Thayeb memperoleh beasiswa Colombo Plan untuk belajar industri di Jepang. Kesempatan itu tidak disia-siakan Thayeb untuk bertemu dengan Konosuke Matsushita. "Saat itu ayah berhasil menjalin kerjasama dengan Matsushita tahun 1960. Jadi, perusahaan ini membeli komponen radio yang lebih modern untuk diproduksi di sini," katanya.

Tak puas hanya kerjasama pembelian komponen radio, Thayeb kemudian kembali mencoba menemui Matsushita untuk urusan pengadaan televisi. "Tetapi waktu itu ketemu lima kali tidak bisa. Matsushita bilang sudah ada partner," ungkap Rachmat mengenang.

Tak patah arang, Thayeb kembali ke Jakarta. Dia lantas meminta pemerintah supaya perusahaannya bisa memproduksi televisi. Keuletannya itu membuahkan hasil. Thayeb berhasil mendapat persetujuan pemerintah saat itu.

Setelah itu dia kembali datang menemui Matsushita di Jepang. Kali ini, dia lebih percaya diri lantaran telah mendapat persetujuan untuk memproduksi televisi guna menyiarkan penyelenggaraan Asian Games ke IV di Jakarta tahun 1962.

Alhasil, Matsushita mau bekerjasama dengan Thayeb. Saat itu tim teknik Matsushita Electric membantu pembuatan 10.000 unit televisi hitam putih pertama. Contoh produk dengan nomor seri pertama dari televisi itu diserahkan kepada Fatmawati Soekarno, sang Ibu Negara.

Dari sanalah perusahaan Thayeb terus berkembang hingga sekarang. Kini, perusahaan yang dirintis Thayeb menjadi mitra utama Panasonic Corporation. n


Reporter: Arif Wicaksono

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hotel Santika Premiere Slipi Jakarta
14 May 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy
Close [X]
×