Kedai|

RUMAH MAKAN MEDAN BARU

Gulai kepala ikan kakap disanding sambal ganja

oleh : Maria Elga Ratri | Rabu, 28 November 2012 | 09:00 WIB
0 Komentar
Salin Tulisan
Gulai kepala ikan kakap disanding sambal ganja

Bagi para pecinta kepala ikan, gulai kepala ikan kakap racikan kedai yang terletak di daerah Pasar Baru, Jakarta, ini mesti, harus, kudu, Anda jajal. Namanya: Rumah Makan Medan Baru.

Gulai kepala ikan kakap memang menjadi menu favorit kedai yang ada di Jalan Krekot Bunder, persis di belakang pusat perbelanjaan Metro, ini. Rasanya memang betul-betul top. Anda yang baru pertama kali mencicipi olahan kuliner yang satu ini pasti ketagihan.

Jadi, buruan ke Rumah Makan Medan Baru, ya. Kedai milik Ibrahim A. Wahab ini sekilas memiliki tampilan ala rumah makan padang. Tumpukan lauk pauk berjajar rapi di etalase kaca, dan aneka masakan berkuah santan terhidang di baskom-baskom besar.

Begitu masuk ke dalam kedai ini, segera saja pilih tempat duduk yang nyaman sesuai pilihan Anda. Rumah makan ini menyediakan ruangan berpendingin udara. Daya tampungnya sangat luas, bisa menampung 200 pengunjung.

Ada empat ruangan yang menjadi tempat bersantap di kedai ini. Di setiap ruangan ada beberapa pelayan yang siaga, siap mengambilkan menu apa saja yang Anda minta.

Tak lama setelah memesan, gulai kepala ikan kakap sudah tersaji di atas meja bersama sambal dan sejumput nasi putih. Sejumput? Ya, kedai ini memang tidak menyajikan nasi putih dalam porsi besar. “Biasanya, orang tidak peduli dengan nasinya kalau sudah asyik dengan gulai kepala ikan kakapnya,” ujar Ibrahim.

Ah, benarkah? Jadi penasaran ingin buru-buru mencicipi gulai kepala ikan kakap yang masih mengepulkan asap itu. Cuma, ada triknya agar Anda bisa melahap dengan nyaman bagian dalam kepala ikan kakap. Pertama-tama, kepala ikan kakap dibelah menjadi beberapa bagian dengan sendok dan garpu. Kalau bingung, Anda bisa minta bantuan pelayan yang siap membantu.

Usai dibelah menjadi beberapa bagian, tempurung dan rahang kepala ikan kakap yang tampak bersih siap Anda “kuliti” habis-habisan. Menurut Ibrahim, yang paling orang suka adalah “harta karun” yang ada di dalam kepala ikan.

Yang pria 60 tahun ini maksud adalah bagian tempurung kepala kakap yang mengandung otak. “Diisep-isep saja langsung atau cocol ke sambalnya,” ujar Ibrahim memberi tips.

Benar saja, dengan tekstur lembut seperti sumsum, rasa otaknya sangat gurih dan sedap. Baluran kuah santan kental gulainya bagai melekat di semua lapisan kepala mulai dari tempurung sampai otak yang disusup nikmat dan meluncur cepat ke dalam lambung.

Tapi, makan kepala ikan tidak afdal kalau tak pakai tangan langsung. Cara ini sangat menunjang kenikmatan dan keasyikan memilah dan menguliti semua bagian kepala ikan dengan tuntas. Tak ada bagian yang pahit karena insang juga sudah dibersihkan.

Ibrahim hanya memakai kepala ikan kakap putih untuk gulainya. “Kalau kepala ikan kakap putih memang andalan karena tidak amis dan mudah dimakan,” imbuh dia.

Kakap asam pedas

Saking asyiknya menyeruput otak kakap dan menjilati kuah gulai yang melekat di tangan, hampir lupa kalau ada sambal pendamping yang istimewa: sambal asam ganja. Waduh! Apa betul pakai ganja?

Ibrahim hanya bilang, kalau masakan melayu sudah lumrah memakai daun dan bijih ganja sebagai bumbu. Tapi, benar  pakai tanaman haram itu atau tidak, hanya terlihat rajangan berwarna hijau tipis-tipis di sambal basah itu.

Yang jelas, sambal asam ganja untuk pendamping makan gulai kepala ikan kakap tampak segar dengan kelir cerah. “Itu pakai daun jeruk, belimbing, udang, bawang merah, dan cabai,” beber Ibrahim.

Ternyata betul, sambal yang berasa pedas, asam, dan gurih ini sungguh pasangan sempurna untuk gulai kepala ikan kakap. Rasa asamnya yang segar menetralisir rasa penuh akibat santan dan bumbu gulai yang kuat. Cocolkan sedikit daging kepala ikan kakap yang kenyal dan empuk gurih ke sambal ini, lalu masukkan ke mulut. Wuih, benar-benar segar!

Untuk alternatif gulai kepala ikan kakap yang bersantan dan identik dengan kolesterol tinggi, Anda bisa memilih kepala kakap dengan bumbu asam pedas. “Orang suka bilang tom yam, tapi saya, sih, sebutnya asam pedas saja,” kata Ibrahim. Menu ini atas permintaan pelanggan yang menghindari makanan berkolesterol.

Untuk bisa menikmati gulai kepala ikan kakap dan kepala ikan kakap asam pedas nan sedap ini, Anda mesti merogoh kantong lebih dalam, Rp 70.000 hingga Rp 150.000 tergantung dari besar kecilnya kepala kakap. Tapi, kenikmatan rasanya sepadan dengan harganya.

Selain gulai kepala ikan kakap, Rumah Makan Medan Baru juga punya menu andalan lain, yaitu burung punai goreng. Teksturnya empuk, gurih, mirip burung puyuh. Nikmat dimakan bersama nasi putih dan sambal hijau atau merah yang disajikan. Uniknya, burung ini dihidangkan tanpa kepala. Harganya cukup Rp 14.500 saja untuk seporsi punai goreng.

Sebagai pelepas dahaga, kedai ini menawarkan es timun yang segar dengan harga Rp 16.000 segelas.  “Biasa diminum orang Aceh untuk buka puasa dan sudah ada di rumahmakan ini sejak pertama kali buka,” ujar Ibrahim.

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, ke Rumah Makan Medan Baru yang buka setiap hari mulai pukul sembilan pagi sampai pukul sembilan malam. Saran saja, jangan datang pas jam makan siang, ya. Soalnya, saat itu kedai ini penuh sesak dengan pengunjung yang datang. 

 

Rumah Makan Medan Baru
Jl. Raya Krekot Bunder No. 65 Pasar Baru, Jakarta Pusat
Telp. 021-384 4273
Koordinat GPS:
S6015.966’ - E106083.188’

Sumber Mingguan KONTAN, Edisi 26 Nov - 2 Desember 2012


0 Komentar
Salin Tulisan