HOME | Otomotif |

OTOMOTIF

HPM: Mobil 7 seater masih primadona di 2018

oleh : Agung Hidayat | Rabu, 06 Desember 2017 | 19:59 WIB

HPM: Mobil 7 seater masih primadona di 2018

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Agen Pemegang Merek (APM) PT Honda Prospect Motor tak menampik bahwa kompetisi di industri otomotif kian menguat. Apalagi di tengah kondisi penjualan mobil nasional yang belum banyak mengalami peningkatan.

"Beberapa tahun ini pasar tidak ekspansif jadi persaingan menjadi ketat," ujar Jonfis Fandy, Marketing & After Sales Service Director PT Honda Prospect Motor (HPM) kepada Kontan.co.id, Rabu (6/12). Munculnya beberapa produsen baru, seperti dari China di tahun ini juga menambah sempitnya pasar nasional.

Ia berharap tahun depan ada perubahan lebih baik dari segi pengembangan pasar. HPM melihat produk kendaraan roda empat dengan kursi tujuh (seven seater) masih mendominasi pasar domestik. Namun hal tersebut tidak menyebabkan HPM hanya fokus pada jenis itu saja.

"Ya mayoritas 7 seater di Indonesia, namun turun naik rasionya suka terjadi," kata Jonfis. Pada akhirnya HPM yakin konsumen masing-masing melakukan pembelian berdasarkan kebutuhan masing-masing.

Untuk city car dan mobil kelas medium up 5 seater masih berkuasa. Untuk mobil keluarga seven seater," ungkap Jonfis. Adapun sampai dengan Oktober 2017, penjualan jenis Low Cost Green Car (LCGC) Honda yakni Brio Satya mengalami kenaikan 18% year on year (yoy).

Pada periode Januari-Oktober tahun 2016 penjualan Honda Brio hanya 29.240 unit. Sedang di periode yang sama tahun ini menjadi 34.754 unit. LCGC Brio Satya mempunyai porsi penjualan 21% dari total penjualan HPM selama sepuluh bulan awal yang sebanyak 155.763 unit.

Pangsa pasar HPM untuk mobil penumpang sampai Oktober 2017 berada di angka 17,3%. Adapun penjualan turun 7% dibandingkan sepuluh bulan pertama 2016 yang sebanyak 168.937 unit.

Sampai dengan Oktober 2017, segmen hatchback dan city car cenderung turun tipis 0,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu dari 679.899 unit menjadi 678.080 unit.