HOME | Manufaktur |

MANUFAKTUR

Ikhtiar Krakatau Steel perbesar bisnis non baja

oleh : Agung Hidayat | Senin, 14 Agustus 2017 | 09:46 WIB

Ikhtiar Krakatau Steel perbesar bisnis non baja

JAKARTA. Perlahan tapi pasti PT Krakatau Steel (Persero) Tbk mengembangkan sumber pendapatan di luar bisnis baja. Salah satu proyek yang menjadi perhatian mereka adalah peningkatan kapasitas Danau Cipasauran di Banten.

Kapasitas air di Danau Cipasauran kini 1.800 liter air per detik. Krakatau Steel melalui anak perusahaan bernama PT Krakatau Tirta Industri, berencana menambah kapasitas sebesar 800 liter per detik. Dus, target total kapasitasnya kelak menjadi 2.600 liter air per detik.

Target pasar air Danau Cipasauran adalah perusahaan. "Kebutuhan air industri terus meningkat karena semakin banyak pabrik baru di kawasan tersebut," ujar Tambok P. Setyawati, Direktur Keuangan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk saat dihubungi KONTAN, Minggu (13/8).

Dalam pemberitaan KONTAN sebelumnya, manajemen Krakatau Steel bilang ada ratusan perusahaan yang berpotensi menjadi konsumen air Danau Cipasauran. Dua di antaranya adalah PT Chandra Asri Petrochemical Tbk dan PT Mitsubishi Chemical Indonesia.

Usai meningkatkan kapasitas Danau Cipasauran, Krakatau Steel akan membangun bendungan berkapasitas 750 liter air-800 liter air per detik. Target operasionalnya tahun 2019.

Sementara dalam laporan keuangan Krakatau Steel kuartal I 2017, Krakatau Tirta Industri tercatat meneken perjanjian pembiayaan dengan PT Sarana Multi Infrastruktur senilai maksimal Rp 175 miliar untuk pembangunan bendungan Cipasauran dan jaringan pipa. Tanggal perjanjian pada 5 November 2015 dan akan berakhir pada 5 November 2022. Hingga 31 Maret 2017, saldo terutang atas fasilitas tersebut sebesar US$ 10,78 juta.

Adapun saat ini, Krakatau Steel mengaku proses peningkatan kapasitas Danau Cipasauran sudah di atas 90%. Hanya saja, perusahaan berkode saham KRAS di Bursa Efek Indonesia itu tak menjelaskan persisnya.

Krakatau Steel juga tak membeberkan target kontribusi pendapatan proyek Danau Cipasauran kelak bertambah. "Kontribusinya baik, dan tentu menyumbangkan profit dan deviden bagi KRAS," tutur Tambok.

Asal tahu, hingga kurtal I 2017 Krakatau Steel mencetak pendapatan bersih US$ 350,14 juta atau tumbuh 12,51% ketimbang kuartal I 2016. Sementara rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat US$ 20,70 juta.