HOME | Tokoh |

ORANG KAYA / TAIPAN

Ini alasan Bill Gates piara ayam, andai miskin

oleh : Hasbi Maulana | Selasa, 14 November 2017 | 16:37 WIB

Ini alasan Bill Gates piara ayam, andai miskin

KONTAN.CO.ID - Jika Anda hidup dengan hanya US$ 2 per hari, apa yang akan Anda lakukan agar lebih sejahtera?

Begitu pertanyaan yang pernah ditulis salah seorang terkaya sejagad ini di blog pribadinya (gatesnotes.com). Tulisan soal ayam ini dia beri judul "Mengapa saya akan memelihara ayam".

Sebagai orang yang lahir dan besar di kota (Seattle, Amerika Serikat), Bill Gates takjub pada kehidupan orang-orang miskin yang memelihara ayam di beberapa negara yang pernah dia kunjungi. 

Dia menarik kesimpulan bahwa kehidupan orang yang hidup dalam jurang kemiskinan akan membaik jika mereka memelihara ayam. Ada beberapa alasan yang dikemukakan oleh pendiri Microsoft Corporation ini.

Ayam mudah dan murah untuk dipelihara. Ayam bisa makan apapun yang mereka temukan di tanah, meski lebih baik jika Anda bisa memberi mereka makan karena akan tumbuh lebih cepat.

Ayam, menurut Gates, merupakan investasi yang bagus. Dia memberikan gambaran, ada seorang petani yang memulai memelihara lima ekor ayam. Salah seorang tetangga kebetulan memiliki seekor ayam jantan untuk mengawini ayam-ayam itu.

Setelah tiga bulan, si petani bisa memiliki 40 anak ayam. Akhirnya, dengan harga jual U$ 5 per ekor ayam -di Afrika Barat- dia bisa berpenghasilan lebih dari US$ 1.000 setahun. Penghasilan itu sudah melebihi ambang batas kemiskinan ekstrem sekitar US$ 700 setahun.

Dasar Gates, alasan ekonomis berinvestasi ayam itu masih dia bumbui dengan motif kemanusiaan. Menurut dia, ayam bisa membantu menjaga anak-anak tetap sehat. Kekurangan gizi telah membunuh lebih dari 3,1 juta anak saban tahun.

Meski makan lebih banyak telur yang kaya protein dan nutrisi lain dapat membantu memerangi kekurangan gizi, menurut Gates, banyak petani merasa lebih menguntungkan membiarkan telur menetas, menjual anak ayam, dan menggunakan uang untuk membeli makanan bergizi. 

Namun jika piaraan ayam para petani itu cukup banyak untuk menghasilkan telur ekstra, Gates berharap mereka akan memasaknya untuk keluarga.

Memelihara ayam juga memberdayakan perempuan. Karena ayam bertubuh kecil dan biasanya tetap hidup dekat rumah, banyak budaya menganggapnya sebagai hewan perempuan. Wanita yang menjual ayam cenderung menginvestasikan kembali keuntungan di keluarga mereka.

Namun, tentu saja kecil sekali kemungkinan bagi William Henry Gates III, nama asli dia, untuk jatuh miskin. Mustahil pula dia akan memelihara ayam jika benar-benar menunggu bangkrut dulu. 

Mungkin karena itu, ketakjubannya pada ayam dia salurkan lewat sebuah yayasan. Yayasan tersebut bergelut pada bidang perunggasan. Menjalin kerjasama dengan para mitra di seluruh sub-Sahara Afrika, yayasan Gates berupaya menciptakan sistem pasar berkelanjutan untuk unggas. 

Sistem ini berusaha memastikan petani dapat membeli unggas yang telah divaksinasi dengan benar dan sangat sesuai dengan kondisi pertumbuhan lokal. Tujuan Gates dan yayasannya membantu 30 persen keluarga pedesaan di sub-Sahara Afrika memelihara ayam yang divaksinasi, dari sekarang hanya 5%.

Anda ingin memelihara ayam juga?