HOME | Komunitas & Hobi |

GAYA HIDUP

KAJ & Komunitas Pemberani rayakan hari toleransi

oleh : Klaudia Molasiarani | Selasa, 21 November 2017 | 11:30 WIB

KAJ & Komunitas Pemberani rayakan hari toleransi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Forum Masyarakat Katolik Indonesia Keuskupan Agung Jakarta (FMKI KAJ) bersama Komunitas PEMBERANI rayakan Hari Toleransi Internasional dengan mengadakan kegiatan Tourlerance of Worship Place.

Kegiatan yang diprakarsai oleh orang muda lintas iman ini dilakukan melalui tur ke beberapa rumah ibadah di sekitar DKI Jakarta pada akhir pekan kemarin, Minggu (19/11), diikuti oleh 45 peserta dari berbagai agama.

Pengurus FMKI, Aprodite, dalam rilis yang diterima KONTAN, Senin (20/11) mengatakan, kegiatan ini merupakan kerja sama antara pemuda pemudi yang pernah mengikuti kegiatan lintas iman dari pemerintah yang kemudian berkeinginan untuk meneruskan kegiatan serupa.

“Apresiasi kegiatan ini di kalangan para peserta dan donatur sangat baik. Semua kalangan mengharapkan acara lintas iman seperti ini rutin diadakan sebagai sarana orang muda saling berinteraksi dan bersilahturahmi," ujar Aprodite seperti dikutip dalam rilis.

Beberapa tempat yang dikunjungi dalam Tourlerance of Worship Place di antaranya Klenteng Kong Miao di TMII, Pura Aditya Jaya di Rawamangun, Vihara Ekayana Arama di Tanjung Duren, Masjid Al-Hidayah di Petojo dan Masjid Istiqlal. Adapun Gereja Katedral tidak sempat mereka kunjungi karena kendala waktu.

Merli Pelagia, ketua pelaksana kegiatan menambahkan, acara ini dibuat dengan mengambil peluang dari kegemaran orang muda terhadap piknik. “Tetapi kegiatan piknik ini tetap dalam rangka toleransi dan membangun interaksi positif antar umat beragama,” kata Merli seperti dikutip dalam rilis.

Para peserta pun berharap agar kegiatan lintas iman semacam itu tidak berhenti karena sangat memberi manfaat. Bahkan, mereka ingin agar kegiatan itu bisa berkelanjutan melalui dialog lintas iman supaya lebih membuka wawasan terhadap perbedaan dan menjaga tali silaturahmi.

Salah satu peserta kegiatan, Ratih mengaku senang bisa terlibat dalam rangkaian kegiatan tersebut. “Saya sangat senang bisa masuk vihara, pura dan klenteng. Ini baru kali pertama saya masuk rumah ibadah agama lain,” kata Ratih.