HOME | Otomotif |

OTOMOTIF

Kemperin genjot IKM ke sektor kendaraan pedesaan

oleh : Maizal Walfajri | Rabu, 06 Desember 2017 | 18:05 WIB

Kemperin genjot IKM ke sektor kendaraan pedesaan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perindustrian (Kemperin) mengoptimalkan IKM otomotif pada kendaraan pedesaan. Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih mengatakan, pihaknya mengarahkan industri ini ke industri otomotif dari pada industri mesin. Ini untuk menunjukkan ke dunia luar bahwa Indonesia bisa membuat mobil. 

Implementasinya Kemenperin akan menyiapkan para pelaku IKM Otomotif untuk memproduksi komponen. Sedangkan untuk proses perakitan, saat ini pemerintah tengah membentuk konsorsiumnya.

Namun memang masih banyak para pelaku IKM otomotif yang belum ramah teknologi layaknya industri besar. Oleh sebab itu, Gati berencana akan melakukan program link and match antara IKM dengan industri besar.

Gati akan melihat bagaimana industri besar akan membina IKM pada program link and match. Gati bilang, Kemperin akan memberikan pelatihan yang belum diberikan oleh industri besar ini.

"Secara umum program 2018 IKM bakal banyak link and match. Kalau IKM belum terlalu siap, sedangkan yang menengah oke. Tapi120 IKM yang tergabung dengan kelompok PIKKO (Perkumpulan Industri Kecil-Menengah Komponen Otomotif) sudah oke," tutur Gati.

Gati juga memaparkan bahwa harga dari kendaraan pedesaan harus bisa diterima oleh pasar. Gati memperkirakan harga mobil pedesaan Rp 70 juta - Rp 80 juta per unit.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan dalam keterangan tertulis, akan menggandeng industri kecil dan menengah (IKM) sektor komponen otomotif guna memacu tingkat kandungan dalam negeri (TKDN).

Airlangga berharap dengan melibatkan IKM lokal, para pengguna akan lebih mudah mendapatkan spare part di pasaran dan pemilihan teknologinya sesuai kondisi alam dan demografi di Indonesia.

Dalam implementasinya, IKM komponen otomotif binaan Kemenperin yang tersebar di sentra-sentra di Tegal (50 IKM), Klaten (10 IKM), Purbalingga (138 IKM), Sidoarjo (134 IKM), Juwana (30 IKM), Pasuruan (49 IKM), Sukabumi (20 IKM) dan Bandung (15 KM) diharapkan dapat turut serta sebagai bagian dari rantai pasok kendaraan pedesaan.