HOME | Peristiwa |

PARADISE PAPERS

Kremlin di balik investasi Twitter dan Facebook

oleh : Barratut Taqiyyah Rafie | Senin, 06 November 2017 | 17:33 WIB

Kremlin di balik investasi Twitter dan Facebook

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Dokumen bocor yang dipublikasikan pada Minggu (6/11) malam, Paradise Paper, menunjukkan adanya keterkaitan finansial antara Rusia dengan dua perusahaan teknologi raksasa, Twitter dan Facebook.

Bekerjasama dengan Suddeutsche Zeitung dan 94 media partner lainnya, ICIJ menyaring lebih dari 13,4 juta file bocor berasal dari firma hukum offshore prestisius Appleby, perusahaan keluarga kecil dan terpercaya Asiaciti dan dari perusahaan-perusahaan yang terdaftar di 19 jurisdiksi rahasia. 

Dalam data yang bocor tersebut diketahui, bank milik pemerintah di Moscow membantu pendakian Yuri Milner di Silicon Valley.

Pada musim gugur 2010, investor miliarder asal Rusia Yuri Milner harus menghadapi sesi Tanya dan Jawab dalam konferensi teknologi yang dihelat di San Francisco. Milner diketahui memegang mayoritas saham di Facebook dan Twitter. Pada konferensi tersebut, dia juga menjelaskan segala hal mulai dari masa depan media sosial sampai batas-batas perjalanan luar angkasa. 

Tapi ketika ada seseorang yang  mengajukan pertanyaan seputar peranannya di Silicon Valley - misalnya siapa investornya? - dia tidak mau menjawab. Malah dia berulang kali melihat ke arah moderator dengan tatapan tidak mengerti.

Kini, dokumen yang bocor tersebut setelah ditelaah oleh The New York Times, menawarkan jawaban yang partial. Yakni, di balik investasi Milner di Facebook dan Twitter terdapat ratusan juta dollar dari Kremlin. 

Diketahui pula, investasi Twitter didukung oleh VTB, sebuah bank yang dikendalikan oleh pemerintah Rusia yang sering digunakan untuk kesepakatan strategis secara politis.

Dan investor besar dalam kesepakatan Milner di Facebook mendapat pembiayaan dari Gazprom Investholding, yakni lembaga keuangan lain yang dikendalikan pemerintah Rusia. Mereka termasuk sejumlah catatan dari firma hukum Bermuda Appleby yang diperoleh oleh surat kabar Jerman Süddeutsche Zeitung dan direview oleh The Times bekerjasama dengan Konsorsium Investigasi Internasional untuk Jurnalis (ICIJ).

Pada akhirnya, perusahaan Milner berhasil mengempit lebih dari 8% saham Facebook dan 5% saham Twitter. Kondisi ini menempatkan Milner di berbagai daftar pengusaha dunia terkuat. Perusahaannya menjual kepemilikan saham tersebut beberapa tahun yang lalu. Namun dia tetap mempertahankan investasi di beberapa perusahaan teknologi besar lainnya dan terus melakukan kesepakatan baru. 

Investasi Milner saat ini adalah usaha real estate yang didirikan dan sebagian sahamnya dimiliki oleh Jared Kushner, menantu Presiden Trump sekaligus penasihat Gedung Putih.

Seperti yang diketahui, Facebook, Twitter dan situs media sosial lainnya telah menjadi fokus utama penyelidikan federal terhadap campur tangan Kremlin dalam pemilihan umum presiden di 2016. Penyidik federal dan peneliti kongres sedang memeriksa bagaimana warga Rusia terkait dengan Kremlin dan mempengaruhi situs menjadi corong berita-berita palsu dan iklan politik yang memecah belah, serta apakah mereka berkoordinasi dengan tim kampanye Trump.

Tidak ada yang melihat Milner atau perusahaannya terhubung dengan operasi propaganda. Sementara itu, Milner mengatakan dalam sebuah wawancara baru-baru ini bahwa uang pemerintah Rusia tidak berbeda dengan pembiayaan yang ia terima dari banyak investor lainnya di seluruh dunia.

Kendati begitu, penggunaan alat negara yang digunakan oleh begitu banyak oligarki Rusia untuk memperkaya diri mereka menunjukkan bagaimana Kremlin telah melakukan perpanjangan tangan finansialnya, tidak hanya ke perusahaannya tetapi juga beberapa raksasa teknologi Amerika.

"Lembaga yang berhubungan dengan Kremlin melakukan investasi dengan kepentingan strategis - bukan hanya kepentingan komersial tapi juga kepentingan negara. Mereka saling bahu membahu," kata Michael Carpenter, direktur Rusia di Dewan Keamanan Nasional selama pemerintahan Obama, dan sekarang menjadi direktur senior Penn Biden Center for Diplomacy and Global Engangement. 

Carpenter menambahkan, "Para oligarki yang menerima sejumlah besar dukungan finansial dari bank-bank Rusia seperti VTB atau Sberbank atau Gazprombank harus melewati ambang batas politik, yang berarti dukungan semacam itu memerlukan persetujuan eksplisit atau diam-diam dari pihak-pihak yang berada di puncak sistem kapitalisme kroni Rusia."

Tidak ada yang ilegal mengenai lembaga-lembaga milik negara asing yang berinvestasi di perusahaan-perusahaan Amerika. VTB dan Gazprom mengatakan bahwa transaksi tersebut merupakan investasi yang baik, tidak didorong oleh pertimbangan politik.

Milner juga diketahui sangat aktif di luar Silicon Valley. Dia adalah pendiri Breakthrough Prize, serangkaian penghargaan ilmiah yang menggiurkan. Dan pada Juli 2015, dia adalah salah satu dari beberapa investor profil tinggi di Cadre, sebuah perusahaan teknologi real estate yang berbasis di New York yang didirikan oleh Kushner dan saudaranya, Joshua. (Investor dan mitra lainnya termasuk Goldman Sachs, George Soros dan Peter Thiel's Founders Fund.)

Milner mengatakan bahwa dia telah menginvestasikan dana senilai US$ 850.000 di Cadre melalui sebuah trust (wali amanat), yang pada gilirannya mengendalikan DST Global Advisers. Ini merupakan perusahaan manajemen investasi DST Global. Milner mengakui, bahwa dia diperkenalkan ke perusahaan tersebut melalui investor yang namanya tidak dia ingat. Dia juga menegaskan, bahwa dirinya hanya bertemu Jared Kushner sekali, di sebuah konferensi di Aspen, Colo.

Kushner dan Cadre menolak berkomentar mengenai hal ini.

Sumber New York Times