HOME | Otomotif |

TELEKOMUNIKASI

Lelang dana USO tidak butuh aturan khusus

oleh : Tantyo Prasetya | Kamis, 12 Oktober 2017 | 21:04 WIB

Lelang dana USO tidak butuh aturan khusus

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI) menjanjikan akan melelang pembangunan jaringan telekomunikasi melalui dana Universal Service Obligation (USO) mulai tahun 2018.

Anang Latif, Direktur Utama BP3TI menyatakan, pihaknya masih mengkaji mekanisme lelang yang akan digelar untuk membangun jaringan infrastruktur telekomunikasi untuk wilayah Terluar, Tertinggal, dan Terdepan (3T) tersebut.

"Kalau yang lelang, rencana untuk tahun 2018 dan nantinya yang akan terlibat operator dan penyedia infrastruktur lainnya," terangnya kepada Kontan.co.id, Kamis (12/10).

Anang menambahkan, dalam penyelenggaraan lelang tersebut tidak memerlukan peraturan khusus, seperti Peraturan Menteri (PM) Nomor 20 Tahun 2017 tentang Tata Cara Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 2.1 GHz dan Pita Frekuensi Radio 2.3 GHz Tahun 2017 untuk Keperluan Penyelenggaraan Jaringan Bergerak Seluler.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 7/2009 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Departemen Komunikasi dan Informatika, dana USO berasal dari penyelenggara telekomunikasi dengan besaran pungutan sebanyak 1,25% dari pendapatan kotor operator.

Adapun pihaknya menargetkan akan membangun 300 BTS on air hingga akhir tahun ini dengan fokus daerah yang akan dibangun BTS adalah wilayah Papua, Papua Barat, Kepulauan Mentawai di Sumatera, dan di Sulawesi Utara.

Targetnya, seluruh wilayah di Indonesia nantinya mampu dibangun total 625 BTS dengan target 82.353 desa/kelurahan di Indonesia pada 2019.