Kedai|

PONDOK IKAN BAKAR UJUNG PANDANG

Lidah bergoyang karena ikan bakar Ujung Pandang

oleh : Umar Idris | Selasa, 16 Oktober 2012 | 09:26 WIB
0 Komentar
Salin Tulisan
Lidah bergoyang karena ikan bakar Ujung Pandang

Bagi pecinta kuliner, kata Makassar pasti tidak asing lagi. Maklum, ibukota Sulawesi Selatan ini memang terkenal memiliki beragam makanan khas. Salah satunya adalah ikan bakar.

Berburu kudapan khas Makassar di kota-kota besar di Indonesia, terutama Jakarta, tidaklah susah. Di Ibukota, cukup banyak kedai dan restoran yang menawarkan menu ikan bakar Kota Angin Mamiri dengan rasa yang nikmat.

Pondok Ikan Bakar Ujung Pandang salah satu contohnya. Restoran yang beralamat di Jalan Gandaria I Nomor 5 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, ini boleh dibilang cabang dari Rumah Makan Ujung Pandang yang ada di Makassar. Soalnya, resto di Jalan Irian, Makassar, itu milik orangtua David Limowa, sang pemilik Pondok Ikan      Bakar Ujung Pandang.

Resto milik David ini punya daya tampung pengunjung yang cukup banyak. Bagian dalam resto yang berpendingin udara (AC) punya kapasitas sekitar 120 orang. Sedang bagian luar resto dengan “AC alam” bisa memuat 40 orang.

Banyak menu berbahan baku penghuni laut yang resto ini tawarkan. Sebut saja ikan kuwe, baronang, kudu-kudu, kepiting, udang, hingga kerang. Olahannya tersedia dalam tiga cara, yakni bakar polos, rica, atau parape. Bumbu ikan bakar polos sedikit dan lebih dominan asin, lalu rica lebih berasa pedasnya, sedang ikan bakar parape cenderung manis.

Tapi, menurut Vina, istri David, yang bertanggung jawab di dapur, menu favorit pelanggannya adalah ikan bakar kuwe dan baronang. Jadi, jika berkunjung ke sini, jangan Anda melewatkan kedua menu ini.

Lantaran proses pembakaran butuh waktu yang cukup lama, sambil membunuh waktu, silakan Anda mencicipi otak-otak khas Makassar yang resto ini tawarkan sebagai menu pembuka. Ukuran otak-otaknya lebih padat dan besar. Rasanya gurih dan aromanya sedap.

Ronde berikutnya, baru menyantap ikan bakar kuwe dan baronang. Tampilannya langsung mengundang selera. Begitu daging ikan masuk mulut, rasa gurih langsung menerjang lidah dan terasa sangat segar. Rasanya semakin mantap dimakan bersama sambal.

Biasanya, resto ini memberikan tiga varian sambal: sambal terasi dengan mangga muda; sambal berisi potongan tomat hijau, dan taburan daun kemangi, serta sambal petis yang merupakan campuran cabai, petis berwarna cokelat muda, dan potongan tomat hijau. Kalau tamu memesan kepiting, akan terhidang pula sambal bawang putih untuk mencocol daging kepiting. Satu lagi adalah sambal rica. Sambal-sambal ini menjadi salah satu kekuatan rasa restoran tersebut.

Ikan dari Makassar

Menu ikan yang juga kudu Anda jajal ialah ikan kudu-kudu. Selain dibakar, resto ini juga menyediakan menu ikan kudu-kudu goreng tepung. Cara menyajikan menu ini cukup unik: daging ikan ini difilet, lalu dibaluri tepung dan digoreng.

Kemudian, daging ikan kudu-kudu yang sudah digoreng itu dihidangkan di dalam tubuh ikan kudu-kudu yang sudah diambil dagingnya dan tinggal menyisakan kepala serta kulit kerasnya, dengan beralaskan selembar daun pisang.

Daging ikan kudu-kudu begitu renyah, empuk, gurih, dan tidak bau amis. Jodoh banget kalau dicocol dengan sambal terasi dengan mangga muda yang rasanya asam pedas.

Salah satu rahasia kelezatan menu ikan bakar di resto ini adalah ikannya yang langsung didatangkan dari Makassar. Rasanya lebih gurih ketimbang ikan yang berasal dari perairan Jakarta dan sekitarnya. Maklum, laut Makassar lebih dalam dari laut Jakarta. “Ikan juga tidak sampai berhari-hari di kapal nelayan, langsung dibawa pulang, jadi masih segar,” jamin Vina. Selain ikan, dia juga mendatangkan bumbu dari Makassar yang merupakan resep turun-temurun.

Untuk menebus ikan bakar kuwe dengan berat 6 ons, Anda mesti merogoh kocek Rp 69.000. Lalu, untuk ikan kudu-kudu goreng tepung seberat 8,5 ons, harganya Rp 98.000. Sedang kalau Anda memesan menu kepiting lada hitam, harga tiap ons sebesar Rp 17.500.

Oh, iya, resto ini menawarkan menu khusus bagi Anda yang ingin mengurangi kolesterol. Namanya: ikan escobar atau populer dengan sebutan ikan setan. Ya, ikan yang hidup di laut dalam ini dikenal memiliki omega 3 yang tinggi. “Pelanggan ikan ini kebanyakan ibu-ibu yang mau menurunkan berat badan secara alami,” kata Vina. Satu ons ikan escobar dijual seharga Rp 15.000.

Jadi, tunggu apa lagi, yuk, ke Pondok Ikan Bakar Ujung Pandang. Panduannya, jika Anda datang dari arah Mayestik, arahkan kendaraan Anda ke Jalan Kyai Maja. Sebagai patokan, Anda bisa menuju Polsek Kebayoran baru dan pasar taman Puring. Di pertigaan pertama setelah taman, belok kiri dan Anda langsung berada di Jalan Gandaria I. Nah, lokasi resto ini ada di kanan jalan, tak jauh dari pertigaan pertama di Jalan Gandaria III.

Jangan lupa catat jam bukanya, ya. Untuk hari kerja, resto ini buka dari pukul 11.00–15.00, lalu buka lagi pukul 18.00–23.30. Sementara, di akhir pekan, mereka buka pukul 11.00–15.00 dan 17.00–24.00.

 

Pondok Ikan Bakar Ujung Pandang
Jl. Gandaria I No. 5 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Telp: 021-7267183, 7267186
Koordinat GPS:
S6°24.194’- E106°78.830’

Sumber Mingguan KONTAN, Edisi 15 - 21 Oktober 2012


0 Komentar
Salin Tulisan