HOME | Wisata |

TELEKOMUNIKASI

Meningkatkan daya saing pariwisata lewat teknologi

oleh : Maizal Walfajri | Senin, 13 November 2017 | 16:53 WIB

Meningkatkan daya saing pariwisata lewat teknologi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek dalam sektor pariwisata menjadi celah bagi Indonesia untuk mengejar ketertinggalan dengan negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Thailand. Hingga tahun 2019, Presiden Jokowi telah menetapkan target bagi pariwisata naik menjadi dua kali lipat.

Kontribusi Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sekitar 8%, untuk perolehan devisa yakni Rp 240 triliun, jumlah bagi kunjungan wisman 20 juta dan pergerakan wisatawan nusantara 275 juta. Selain itu indeks dalam daya saing pariwisata di ranking 30 dunia.

Menurut laporan International Telecommunication Union pada tahun 2013, dikatakan bahwa teknologi broadband akan menjadi kunci utama dari layanan maupun aplikasi yang semakin hari semakin banyak dan tentunya relevan serta mudah dijangkau oleh masyarakat.

Dengan teknologi broadband ini, beberapa sektor industri mampu berkembang menjadi lebih baik, salah satunya adalah pariwisata yang di gadang-gadang menjadi target andalan dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Era digital mengubah cara wisatawan dalam melakukan perjalanan mulai dari mencari dan melihat informasi (look), memesan paket wisata (book) dan membayar secara online (pay).

"Posisi industri pariwisata sudah berbeda karena sektor ini sudah menjadi penyumbang signifikan bagi pertumbuhan produk domestik bruto," ujar Menteri Pariwisata, Arief Yahya, Senin (13/11).

Presiden Jokowi juga menginstruksikan bahwa dalam sebuah destinasi pariwisata diimbangi dengan konektivitas dan aksesbilitas yang kuat.

Dalam hal ini, Telkomsel sebagai operator juga membangun 152 ribu BTS di mana 103 BTS merupakan BTS 3G/4G. Selain itu, 753 BTS lainnya berada di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) serta Perbatasan.

Direktur Utama Telkomsel, Ririek Adriansyah mengatakan bahwa layanan 4G Telkomsel bisa dinikmati di 12 destinasi wisata yang diprioritaskan oleh pemerintah. Di antaranya: Candi Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, Bromo-Tengger-Semeru, Kepulauan Seribu, Toba, Wakatobi, Tanjung Lesung, Moratai, Tanjung Kelayang, Bunaken dan Raja Ampat.

Ia juga menuturkan bahwa saat ini Telkomsel dengan Kementerian Pariwisata sedang mengembangkan sistem digital, Ririek tidak menjelaskan begitu detail mengenai sistem tersebut yang pasti nantinya sistem itu seperti virtual guide yang akan membantu para wisatawan.