HOME| Komunitas & Hobi|

WISATA KULINER

Perdana, Raja Ampat gelar festival kuliner lokal

oleh : Sanny Cicilia | Senin, 08 Mei 2017 | 07:15 WIB
0 Komentar
Salin Tulisan
Perdana, Raja Ampat gelar festival kuliner lokal

RAJA AMPAT.  Pemerintah Kabupaten Raja Ampat menggelar Festival Kuliner 2017 khusus panganan lokal non-beras. Festival ini diikuti merupakan rangkaian dari HUT ke-14 Kabupaten Raja Ampat.

Bertempat di pinggir pantai WTC (Waisai Torang Cinta), festival ini disemarakkan oleh sejumlah kuliner lokal khas Raja Ampat dan kuliner lainnya.

"Kami baru pertama kali lakukan festival kuliner, ini kita sajikan khusus makanan lokal Raja Ampat. Potensi makanan-makanan tradisional yang selama ini mungkin belum dikenal oleh khalayak umum," kata Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati saat berkunjung ke lokasi acara, Minggu (7/5).

Abdul Faris menerangkan, kuliner khas Raja Ampat sangat tinggi protein dan kaya akan gizi.

Dia kemudian memaparkan sejumlah kuliner khas Raja Ampat, misalnya, sayogof, yang bahan bakunya kerang laut disajikan bersama sagu. Kerang itu dibakar kadang digoreng, rasanya pun gurih.

Lalu, cacing laut, kuliner ini memiliki kandungan protein yang cukup tinggi dan sering jadi makanan keseharian masyarakat Raja Ampat.

Dia pun menjelaskan salah satu fungsi dari kuliner cacing laut, seperti untuk meningkatkan stamina khusus lelaki.

 

Dukungan pemda
 

Kuliner lokal yang digelontorkan Pemkab Raja Ampat ini diharapkan dapat mengenalkan sejumlah kuliner khas Raja Ampat ke tingkat nasional.

Ke depannya, dia ingin masyarakat luas dapat mengenal Raja Ampat bukan saja wisata bawah laut, namun juga wisata kulinernya.

"Kita mencari sistem yang lebih tepat untuk memberi dukungan dalam hal pengelolaan terkait pendistribusian atau pemasarannya. Kami angkat bagaimana masyarakat umum tahu ada makanan-makanan khusus di Raja Ampat," katanya.

Dia berharap masyarakat luas dapat mengetahui kuliner lokal Raja Ampat, jika sudah dikenal, maka pemerintah akan memberi dukungan untuk pemasarannya.

"Kalau sudah dikenal, baru kita mulai pasarkan," tambahnya.

Abdul Faris berharap pengemasan dari makanan itu dapat dilakukan dengan lebih baik. Dengan begitu, kuliner tersebut dapat mudah ditemukan di pasaran. (Fidel Ali)

Sumber Kompas.com


0 Komentar
Salin Tulisan