Teknologi televisi berkembang semakin pesat. Bahkan, fungsi televisi semakin luas, tak hanya sebagai media untuk menonton, tetapi juga untuk bermain games. Salah satunya games dengan format tiga dimensi (3D) yang kini semakin digandrungi oleh penggilanya. Kebutuhan ini membuat produsen televisi yang menanamkan teknologi 3D semakin berinovasi.
Baru-baru ini PT LG Electronics Indonesia meluncurkan televisi LG Cinema 3D Smart TV generasi terbaru. Produk ini memiliki fitur dual play screen. Artinya, dua orang pemain games bisa menikmati masing-masing satu layar utuh dalam satu televisi. Produk in juga didukung oleh kacamata khusus untuk operasinya.
Terry Putera Santoso, Product Marketing Flat Panel Display TV PT LG Electronics Indonesia bilang, LG Cinema 3D Smart TV generasi terbaru itu terlahir dengan memberikan kesenangan paripurna bagi pecinta games. "Pasar televisi untuk gamer semakin berkembang, apalagi sejak adanya TV 3D dengan teknologi konversi 2D ke 3D," ujarnya.
Terry menambahkan, peningkatan pasar televisi untuk penikmat games terlihat dari Festival Game Lets Fight in 3D yang diselenggarakan oleh LG tahun lalu. Gelaran kompetisi games yang diadakan di empat kota besar, yakni Surabaya, Medan, Bandung dan Jakarta itu mendapat sambutan cukup besar. Partisipan yang terlibat hampir mencapai 5.000 orang.
Banyaknya pecinta games itu juga menjadi daya tarik Polytron. Santo Kadarusman, Public Relations & Marketing Event Manager PT Hartono Istana Teknologi, produsen televisi merek Polytron, bilang, saat ini banyak konsumen ingin menggunakan televisi bukan hanya menyaksikan siaran televisi, tapi sekaligus untuk games maupun browsing internet. "Misalnya, kalangan mahasiswa paling banyak berminat dengan televisi 32 inci yang bisa digunakan untuk games dan sekaligus monitor," katanya.
Karena itu, beberapa waktu lalu Polytron mengeluarkan produk iTV Polytron yang merupakan televisi 3D yang dilengkapi dengan fitur untuk akses internet dan kenyamanan memainkan games.
Pasar masih kecil
Ag Rudyanto, Ketua Electronic Marketer Club (EMC) mengatakan, kehadiran fitur-fitur games dalam televisi 3D tidak lepas dari pertumbuhan software dan jenis games yang luar biasa. Hal itu terlihat dari perkembangan komunitas games. "Peminatnya adalah anak muda seperti mahasiswa dan karyawan," katanya.
Meskipun pecinta games berkembang, Rudyanto menerangkan, penjualan televisi 3D untuk yang menyasar pecinta games masih sangat kecil. Umumnya, volume penjualannya tidak sampai 5% dari total penjualan televisi secara nasional. "Pasarnya sudah ada, tapi masih kecil," tandasnya.
Sebenarnya, belum ada produsen televisi yang secara khusus membuat televisi 3D untuk gamers. Selama ini, produsen hanya menambahkan beberapa fitur untuk mendukung bermain games. Fungsi dasar yang paling besar masih untuk menyajikan film-film 3D, dengan didominasi oleh televisi ukuran 46 inci sampai 55 inci.
Ada beberapa kendala penghambat pertumbuhan penjualan televisi 3D. Salah satunya, harga cukup mahal serta membutuhkan perangkat tambahan seperti kacamata 3D. Para pecinta games juga masih butuh perangkat tambahan seperti Playstation atau Xbox. Karena itu, perlu inovasi lebih untuk meluaskan produk ini.