Kesehatan
MENJAGA PARU-PARU
Udara bersih, paru-paru pun terawat
oleh : Raymond R., Dian Pitaloka | Selasa, 14 Februari 2012 | 10:36 WIB
artikel dibaca sebanyak 2328 kali
0 Komentar
Telah dibaca sebanyak 2328 kali
Salin Tulisan
Udara bersih, paru-paru pun terawat

Kualitas udara, yakni oksigen sebagai salah satu elemen penting dalam kehidupan manusia, sangat bergantung pada kondisi lingkungan di sekitarnya. Kebersihan udara akan tercemar jika banyak orang yang merokok atau gas buang dari kendaraan bermotor yang terus bertambah.

Selain itu, udara juga dapat terkontaminasi debu dan zat-zat kimia yang berhamburan. Rasanya mustahil mendapatkan udara bersih, terutama di daerah perkotaan.

Kondisi ini tentu berpengaruh ke kesehatan paru-paru. Demi mewujudkan kesehatan paru-paru yang optimal, The American Lung Association memberikan beberapa tip. Pertama, stop merokok atau hindari kepulan asap rokok supaya tidak berstatus perokok pasif yang sama-sama merugikan.

Kedua, batasi paparan langsung polutan yang terkandung di udara, seperti bahan kimia dan asap. "Makanya gunakan selalu masker pelindung udara untuk menyaring partikel kotor, seperti debu atau zat kimia," kata Suhanto Kasmali, Kepala Bidang Pelayanan Medis Rumah Sakit Mediros, Jakarta.

Udara di luar ruangan memang rentan tercemar. Tapi bukan berarti udara dalam ruangan lebih bersih. Bagi Anda yang menghabiskan sebagian waktu dalam ruangan tertutup, sebaiknya mulai memperhatikan kualitas udara yang mengalir dalam ruangan tersebut. Tanpa sistem aliran udara yang berkualitas, maka kotoran yang terkandung dalam udara dapat membahayakan paru-paru.

Alat-alat rumah tangga serta beberapa produk di rumah juga tak luput dari zat yang bisa mengontaminasi paru-paru. Beberapa produk yang berbahaya antara lain produk berbahan dasar minyak, kimia, atau produk yang mampu melepaskan senyawa organik yang mudah menguap.

Jika Anda bergantung pada alat pendingin ruangan (AC), jangan lupa membersihkannya secara berkala. Pengharum udara yang sering digantung di dekat AC sebaiknya dipilih yang tidak mengandung zat kimia berbahaya.

Seperti dikutip dari situs www.preventcancer.com, lembaga riset National Institute of Occupational Safety and Health menemukan 884 zat beracun dalam sebuah penelitian terhadap 3.000 bahan kimia yang digunakan dalam wewangian buatan. Jadi lebih baik Anda menggunakan pewangi alami, misalnya dari bunga atau buah-buahan.

Jika sudah melakukan semua tip tersebut namun masih tak yakin akan kesehatan paru-paru, Anda dapat mengecek kesehatan dengan tes spirometri. Tes ini dapat mengukur dan menilai volume dan kecepatan aliran pernapasan. "Untuk menguji seberapa baik Anda bisa bernapas serta dapat membantu dalam mendiagnosis penyakit-penyakit paru," ujar Martin Rumende, pakar penyakit dalam Rumah Sakit Mochtar Riady Comprehensive Cancer Centre (MRCCC) Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta.

Nah, kalau Anda mulai merasa sulit bernapas dalam beraktivitas sehari-hari, tidak ada salahnya melakukan tes tersebut. Siapa tahu paru-paru Anda tengah mengalami gangguan.

Sumber Harian KONTAN, 14 Februari 2012


0 Komentar
Telah dibaca sebanyak 2328 kali
Salin Tulisan