Edukasi

Cara mencegah telat bicara pada anak, coba tengok saran ini!

Senin, 12 Juli 2021 | 06:45 WIB   Reporter: Helvana Yulian
Cara mencegah telat bicara pada anak, coba tengok saran ini!

KONTAN.CO.ID - Mencegah telat bicara pada anak, bagaimana caranya? Tentunya bisa melalui stimulasi yang tepat. Salah satunya dengan sering-sering mengajak ngobrol anak saat beraktivitas bersama.

Perlu diingat, ya, kecepatan perkembangan bicara setiap anak berbeda-beda dan mempunyai waktunya masing-masing, Raising Children Network. Meski begitu, tetap dibutuhkan stimulasi yang tepat untuk perkembangan bicaranya.

Kita bisa melakukan hal-hal ini untuk membantu anak cepat berbicara. Mencegah telat bicara pada anak, begini caranya. 

  • Merespon ocehan anak dengan kata sederhana atau Gerakan tangan
  • Membacakan cerita pada anak dengan suara yang jelas
  • Menggunakan nada ekspresif saat berbicara kepada anak
  • Sering-sering mengajak anak ngobrol setiap kali beraktivitas bersama. 

Baca Juga: Pahami 7 Cara Mendidik Anak Usia Dini, Mom

Kalau misalnya ada pertanyaan “Moms, kalau menstimulasi anak dengan smartphone dan TV bagus, gak sih?” jawabnya adalah  “It’s A Big No”

Mencegah telat bicara pada anak, bukan dengan cara diberi smartphone dan anak akan mencari caranya sendiri. Smartphone memang tidak baik untuk perkembangan anak, sejauh ini.  

Saat anak menghabiskan waktunya dengan smartphone dalam kurun waktu 30 menit, kemungkinan risiko telat bicara meningkat sebanyak 49%. (Studi oleh University of Toronto and the Hospital fos Sick Children)

Baca Juga: Simak Cara Merawat Anak Positif Covid-19 Tanpa Gejala

Memang diperlukan peran orang tua secara fisik dan perhatian untuk menstimulus anak bisa cepat berbicara. Luangkan waktu bersama anak tanpa smartphone dan TV. Batasi screen time pada anak sampai usia 2 tahun agar perkembangan bahasa dan bicaranya tidak terhambat.

Ajak anak berinteraksi dan ngobrol meski dia belum bisa berbicara dengan jelas, ya Moms. Terapkan cara di atas untuk stimulasi kepada anak agar mencegah telat bicara pada anak. 

 

Selanjutnya: Cara Meningkatkan Mood Lewat Hormon Bahagia saat Pandemi Covid-19

 

 

Editor: Helvana Yulian
Terbaru