HOME

Dua dekade Arief Pramuhanto jadi dosen tidak tetap

Minggu, 12 Mei 2019 | 08:00 WIB   Reporter: Nina Dwiantika
Dua dekade Arief Pramuhanto jadi dosen tidak tetap

KONTAN.CO.ID - Mengajar di kampus jadi kegiatan Arief Pramuhanto di tengah kesibukan pekerjaan. Maklum, Direktur Umum dan Human Capital PT Kimia Farma Tbk ini memang senang berbagi ilmu.

Enggak heran, sudah 20 tahun dia menjadi dosen tidak tetap. Nah, biar tidak menganggu pekerjaan utama dan akhir pekan bersama keluarga, pria kelahiran 13 Juni 1962 ini hanya mengajar setiap hari Sabtu. Itu pun hanya beberapa jam saja.

Saat ini, Arief jadi dosen tidak tetap di dua perguruan tinggi di daerah Tangerang Selatan. Ia mengajar mahasiswa S1 di Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dan S2 di  Swiss German University (SGU).

Sesuai pengalaman kerja, ia mengampu mata kuliah human resources, marketing, dan strategic management.

Sejak masih kuliah di Jurusan Manajemen Konstruksi Institut Teknologi Bandung (ITB), Arief sudah senang mengajar, dengan menjadi asisten dosen. “Saya ingin membuat orang lain jadi lebih pintar,” kata pemilik gelar Master of Business Administration (MBA) dari Monash University, Melbourne, Australia ini.

Selama mengajar, Arief tidak hanya memberikan ilmu yang bersifat teori. Ia juga membagi pengalaman sebagai direktur Kimia Farma juga saat mengepalai beberapa divisi di perusahaan lain.

Contoh, dia pernah menjabat Group Head Human Capital Bank Tabungan Negara (BTN) dan GM Human Resource Development PT Frisian Flag Indonesia. Sebab, teori sering kali berbeda dengan praktik di lapangan.

Hanya, Arief menyebutkan, mengajar mahasiswa zaman now memiliki tantangan tersendiri. “Misalnya, ketika ditanya soal karier seperti apa yang mereka impikan? Jawabannya adalah, kerja yang sesuai passion,” ujar dia.

Saat ini, anak muda lebih senang bekerja di perusahaan rintisan (startup) terutama di bidang teknologi finansial. “Artinya, BUMN seperti Kimia Farma harus mampu bersaing dengan perusahaan yang diisi oleh anak-anak muda yang merupakan masa depan kita,” imbuhnya.

 


Editor: S.S. Kurniawan


Terbaru