Edukasi

Hari Guru Nasional, sejarahnya dan lahirnya PGRI

Selasa, 24 November 2020 | 09:11 WIB   Penulis: Virdita Ratriani
Hari Guru Nasional, sejarahnya dan lahirnya PGRI

ILUSTRASI. Mendikbud Nadiem Makarim berdansa maumere usai memimpin Upacara Peringatan HUT PGRI ke-74 dan Hari Guru Nasional 2019. (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)

KONTAN.CO.ID - Hari Guru Nasional diperingati setiap tanggal 25 November dan mempunyai sejarah berkaitan dengan berdirinya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).  PGRI sendiri berdiri pada 25 November 1945. 

Dirangkum dari laman resmi PGRI, pada 1912 guru-guru pribumi pada zaman Belanda mendirikan Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) sebagai ajang perjuangan. 

Organisasi ini bersifat unitaristik yang anggotanya terdiri dari para guru bantu, guru desa, kepala sekolah, dan penilik sekolah. Dengan latar pendidikan yang berbeda-beda mereka umumnya bertugas di Sekolah Desa dan Sekolah Rakyat Angka Dua.

Tujuan utama organisasi ini memperjuangkan nasib para anggotanya yang memiliki pangkat, status sosial dan latar belakang pendidikan yang berbeda. 

Baca Juga: Pentingnya bagi orang tua mengajari manajemen keuangan ke anak sejak dini

Seiring dengan kondisi tersebut maka berkembang pula organisasi guru baru antara lain Persatuan Guru Bantu (PGB), Perserikatan Guru Desa (PGD), Persatuan Guru Ambachtsschool (PGAS), Perserikatan Normaalschool (PNS), Hogere Kweekschool Bond (HKSB). 

Selain itu, ada pula organisasi guru yang bercorak keagamaan, kebangsaan  atau lainnya seperti Christelijke Onderwijs Vereneging (COV), Katolieke Onderwijsbond (KOB), Vereneging Van Muloleerkrachten (VVM), dan Nederlands Indische Onderwijs Genootschap (NIOG) yang beranggotakan semua guru tanpa membedakan golongan agama.

Saat itu, para guru pribumi pun memperjuangkan persamaan hak dan posisi dengan pihak  Belanda.

Hasilnya, Kepala HIS yang dulu selalu dijabat oleh orang Belanda, mulai jatuh di tangan orang Indonesia.

Baca Juga: Mengenal tokoh-tokoh yang berjuang mencegah penularan penyakit melalui vaksin

Lahirnya PGRI dan Hari Guru Nasional  

Hari Guru Nasional

Selanjutnya, pada 1932 nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) diubah menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI). 

Perubahan nama ini mengejutkan pemerintah Belanda, karena kata “Indonesia” yang mencerminkan semangat kebangsaan sangat tidak disenangi oleh Belanda. 

Kemudian, pada zaman pendudukan Jepang segala organisasi dilarang, sekolah ditutup, Persatuan Guru Indonesia (PGI) tidak dapat lagi melakukan aktivitas. Namun, semangat proklamasi 17 Agustus 1945 mendorong penyelenggaraan Kongres Guru Indonesia pada tanggal 24-25 November 1945 di Surakarta.

Di dalam kongres ini, mereka sepakat menghapus segala organisasi dan kelompok guru yang didasarkan atas perbedaan tamatan, lingkungan pekerjaan, lingkungan daerah, politik, agama dan suku. 

Baca Juga: Cegah penularan virus corona di kantor, ini yang harus dilakukan

Lalu, pada 25 November 1945, kongres juga sepakat untuk mendirikan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) didirikan.

Sejak Kongres Guru Indonesia itu, semua guru Indonesia menyatakan dirinya bersatu di dalam wadah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Pemerintah melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994, menetapkan hari lahir PGRI tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional untuk menghormati perjuangan para guru. 

Sementara, Hari Guru Nasional 2020 diperingati pada besok. 

Selanjutnya: Kemendikbud buka seleksi untuk satu juta guru P3K di tahun 2021

 

 

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Virdita Ratriani


Terbaru