Inilah 4 jenis petir yang perlu diketahui

Kamis, 23 September 2021 | 15:41 WIB   Penulis: Virdita Ratriani
Inilah 4 jenis petir yang perlu diketahui

ILUSTRASI. Ilustrasi petir. Kyodo/via REUTERS 

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Petir adalah salah satu fenomena atmosfer yang berkaitan dengan hujan lebat. Biasanya peristiwa hujan lebat diawali dengan terjadinya petir, dengan kata lain petir atau lightning dapat menjadi indikasi terjadinya hujan lebat.

Proses terjadinya petir adalah akibat peristiwa pemisahan muatan positif dan muatan negatif di dalam awan. 

Dirangkum dari laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), banyak teori yang menjelaskan mengenai proses pemisahan muatan tersebut, tetapi ada dua teori yang diterima secara luas yaitu Inductive Charge Separation (IC) dan Non-Inductive Charge Separation (NIC).

Petir melepaskan arus listrik yang tinggi dalam rentang waktu yang singkat.

Diperkirakan bahwa petir melepaskan arus listrik sebesar 80.000 A dalam satu kali sambaran dengan temperatur yang mencapai 50.000 derajat celcius, sama panasnya dengan suhu permukaan matahari.

Baca Juga: Kenapa bisa terjadi hujan es? Ini penjelasan dan tandanya

Jenis-jenis petir 

Nah, berikut adalah jenis-jenis petir atau tipe petir yang perlu diketahui:

1. Petir Cloud-to-Ground (CG)

Petir CG adalah tipe petir yang terjadi akibat pelepasan muatan antara awan dan tanah. Pada pembentukan petir, pemisahan muatan akan menghasilkan medan listrik. 

Medan listrik dapat berubah secara drastis karena berbagai alasan, terutama akibat dipole vertikal medan listrik selama badai atau akibat pemisahan muatan oleh gravitasi dan pergerakan vertikal angin.

2. Petir Cloud-to-Cloud (CC)

Petir CC adalah tipe pelepasan muatan yang terjadi antara pusat-pusat muatan pada awan yang berbeda. Jenis petir ini tidak menimbulkan ancaman terhadap properti dan kehidupan di tanah, tetapi dapat membahayakan penerbangan.

Baca Juga: BMKG: Sepekan ke depan sebagian wilayah Indonesia berpotensi diguyur hujan lebat

3. Petir Intra-Cloud (IC)

Petir IC adalah tipe petir yang paling umum terjadi. Jenis petir ini diakibatkan oleh pelepasan muatan antara pusat-pusat muatan yang berlawanan dalam awan yang sama. 

Petir IC terlihat seperti kilatan cahaya yang menghambur secara kelap-kelip, terkadang kilatan cahaya tersebut keluar dari batas awan sehingga tampak seperti saluran yang bercahaya dan terlihat seperti tipe CG.

4. Petir Cloud-to-Air (CA)

Petir awan ke udara biasanya terjadi jika muatan positif dalam awan berinteraksi dengan udara yang bermuatan negatif. 

Nah, itulah penjelasan mengenai petir dan jenis-jenis petir.

Selanjutnya: Cuaca besok di Jabodetabek sebagian hujan, waspada angin kencang

Editor: Virdita Ratriani
Terbaru