Kenali keadaan rebound relationship pada hubungan, yuk!

Selasa, 09 November 2021 | 16:00 WIB   Reporter: Christ Penthatesia
Kenali keadaan rebound relationship pada hubungan, yuk!

KONTAN.CO.ID - Dalam hal percintaan tentu saja banyak hal dan fenomena baru yang berkembang dengan semakin berkembangnya jaman.

Salah satunya adalah rebound relationship atau yang akrab dikenal dengan pelarian. Fenomena ini menurut Wikipedia biasanya terjadipada kondisi setelah berakhirnya hubungan pacaran yang serius. 

Ketika hubungan sepasang kekasih yang serius berakhir tentunya akan memberikan perasaan yang sedih dan kehilangan. Sehingga kehadiran orang baru dalam kehidupan kisah cinta bisa membantu menyembuhkan luka kehilangan tersebut.

Baca Juga: Akan buyback, Medikaloka Hermina (HEAL) patok harga maksimal Rp 1.450 per saham

Wikipedia juga menyatakan dalam lamannya bahwa dalam psikologis, kondisi rebound relationship atau pelarian ini bisa menjadi tanda bahwa seseorang sedang berada pada kondisi emosi yang tidak stabil. 

Sehingga ia cenderung hanya membutuhkan orang lain sebagai pelarian setelah hubungan yang serius tadi berakhir. 

Maka dari itu untuk menghindari terjadinya rebound relationship, para ahli psikolog menyarankan untuk menjauhi hubungan serius seperti pacaran kembali sebelum keadaan emosional stabil.

Tanda tanda yang bisa dilihat saat sedang berada dalam hubungan ini adalah masih menceritakan tentang mantannya. Obrolan mengenai mantan terus menjadi bahan obrolan yang tidak ada habisnya bisa menjadi tanda sedang berada pada hubungan pelarian saja.

Baca Juga: Rupiah spot masih menguat ke Rp 14.240 per dolar AS pada tengah hari ini (9/11)

Suka memamerkan foto atau kebersamaan pada sosial media tak selalu baik. Laman Mind Body Green menjelaskan bahwan biasanya memamerkan foto kebersamaan hanya digunakan untuk membuat mantan menjadi panas dan cemburu.

Selain itu, rebound relationship atau hubungan pelarian biasanya hanya bertahan dalam waktu yang sebentar. Karena proses komunikasi hanya dilakukan ketika merasa  sedang dibutuhkan saja. 

Tidak ada intensitas dalam komunikasi, suka berbohong, dan susah untuk jujur juag merupakan salah satu tanda sebuah hubungan pelarian saja. 

Lebih parahnya tidak ada pikiran serius atau keinginan untuk  mengenalkan kepada keluarga atau teman-temannya. Sehingga keberadaan hubungan pelarian atau rebound relationship hanya ada ketika dibutuhkan saja.

Melansir dari laman Very Well Mind, seseorang yang berada pada fase ini sulit untuk memiliki komitmen. Karena kondisi emosionalnya belum sepenuhnya sembuh dan siap dengan hubungan yang baru. Sehingga komitmen pun akan sulit didapatkan dari seseorang yang sedang berada pada hubungan pelarian.

 

Selanjutnya: Permenaker 17/2021 mudahkan peserta BPJS Ketenagakerjaan dapat manfaat KPR ringan

Editor: Christ Penthatesia
Terbaru