Tokoh

Lewat teknik pernapasan ajaran suaminya, JK Rowling pulih dari gejala corona

Selasa, 07 April 2020 | 16:57 WIB   Reporter: Titis Nurdiana
Lewat teknik pernapasan ajaran suaminya, JK Rowling pulih dari gejala corona

ILUSTRASI. One of the first ever copies of 'Harry Potter and the Philosopher's Stone' by J.K. Rowling, is held by a staff member at Bonhams auctioneers, ahead the Fine Books, Manuscripts, Atlases and Historical Photographs sale in London, Britain March 27, 2019. REU

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Penggemar buku serial Harry Potter tentu mengenal sang penulis JK Rowling. Dalam unggahan Twitternya, penulis asal Inggris ini mengaku pulih dari gejala corona atau Covid-19.

Lewat akun Twitter pribadi dengan nama @jk_rowling,  Rowling mengatakan selama dua pekan terakhir ini, ia mengalami semua gejala-gejala corona (covid-19).

“Meski saya belum menjalankan tes dan melakukan saran dokter yang merupakan suami saya sendiri, saya pulih total dan tekniknya sangat membantu," tulis Rowling dalam Twitternya.

 

Masih dalam laman Twitternya, Rowling juga membagikan video suaminya yang mengajarkan teknik pernapasan untuk mengatasi sesak napas, sebagai salah satu gejala corona. Yakni dengan bernapas dan menahannya dalam jangka waktu tertentu menahan dan kemudian menghempuskan.

Di video tersebut,  suami  JK Rowling yang bernama Neil Murray berprofesi sebagai dokter di Rumah Sakit Queens. Ia menjelaskan cara meringankan gangguan pernapasan.

“Dan teknik bernapas seperti itu, sangat membantu saya pulih dari gejala Covid-19 beberapa waktu lalu,” ujar Rowling. Ia mengucapkan terima kasih pada semua orang yang mengirimkan pesan.

 Lewat kicauan tersebut, Rowling juga mengaku hanya ingin berbagi teknik yang direkomendasikan oleh dokter. "Tidak membutuhkan biaya, tidak menimbulkan efek samping buruk tetapi dapat banyak membantu kalian atau orang yang kalian cintai. Seperti halnya saya," tulis Rowling.

Sejak akhir Desember 2020, virus corona menyerang banyak negara-negara dunia, termasuk Inggris yang juga tak imun corona.

Berdasarkan data John Hopkins per Selasa (7/4) siang, terdapat 52.279 kasus di Inggris Raya. Kemudian sebanyak 287 kasus dinyatakan sembuh. Sementara dengan 5.385 kasus dinyatakan meninggal, Inggris Raya menjadi salah satu negara dengan tingkat kematian tertinggi di dunia.


Editor: Titis Nurdiana


Terbaru