Reporter: Hans Henricus Benedictus | Editor: Catur Ari
Soto daging sapi atau babat sapi sudah sangat akrab di sebagian besar lidah orang Indonesia. Tapi, tidak demikian dengan soto daging kepala sapi. Penasaran dengan rasanya?
Anda bisa menyambangi Warung Soto Goyang Lidah di daerah Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat. Kedai yang berada persis di dekat Pasar Wanaherang ini menyajikan menu andalan soto daging kepala sapi.
Untuk menjangkau kedai tersebut, Anda bisa masuk melalui Jalan Cikeas, dekat rumah pribadi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), untuk menuju Pasar Wanaherang. Dari sini, Anda harus berkendara sejauh enam kilometer untuk sampai di Pasar Wanaherang.
Begitu sampai di Pasar Wanaherang, saat menemukan persimpangan jalan, silakan belok ke kiri. Nah, lokasi Warung Soto Goyang Lidah cuma sekitar 100 meter saja dari perempatan jalan itu, tepatnya di Jalan Cikuda Wanaherang.
Kedai milik pasangan suami istri Mustofa Muis dan Siti Juhairah ini buka nonstop setiap hari mulai pukul tujuh pagi sampai sembilan malam. “Ramainya saat jam istirahat makan siang,” ujar Juhairah.
Maklum, mayoritas pelanggan Warung Soto Goyang Lidah adalah karyawan pabrik di seputaran Gunung Putri, seperti Aqua, Sariwangi, Mercedes Benz, serta Samsung.
Pembelinya tidak hanya karyawan pabrik, menantu Presiden SBY, Anissa Larasati Pohan, juga pernah mencicipi soto daging kepala sapi racikan Mustofa dan Juhairah. Memang, istri Agus Harimurti Yudhoyono ini tidak makan di tempat, ia hanya menunggu di mobil dan meminta ajudannya untuk membelikan makanan berkuah santan itu. Selain itu, para pengawal Presiden SBY juga kerap membeli soto di kedai tersebut.
Di akhir pekan, sebagian pembeli soto daging kepala sapi Warung Soto Goyang Lidah datang dengan menumpang mobil pribadi. Ada yang makan di tempat, tapi kebanyakan dibawa pulang untuk disantap di rumah bersama keluarga.
Warung Soto Goyang Lidah tidak terlalu besar. Luasnya hanya sekitar 24 meter persegi. Tata ruangannya tidak jauh berbeda dengan warung tegal alias warteg. Tempat duduknya pun sederhana, hanya tiga bangku panjang yang terbuat dari kayu. Meski begitu, kondisi ini tidak membuat pengunjung enggan makan di kedai yang berdiri sejak 15 tahun lalu ini.
Daya tampung kedai tersebut juga terbatas, paling banyak hanya 20 orang. Alhasil, pelanggan yang tidak kebagian tempat duduk mesti duduk di atas karpet di halaman rumah Ibu Iyos, tetangga sebelah warung. “Kalau lagi penuh, saya bawa karpet untuk dibentang di rumah sebelah,” kata Mustofa.
Tidak nyelip di gigi
Tak perlu menunggu lama, setelah memesan, semangkuk soto daging kepala sapi dan sepiring nasi putih akan terhidang. Harum aroma kuah soto yang berpadu dengan potongan daging kepala sapi dan irisan daun bawang serta tomat betul-betul membuat nafsu makan bertambah.
Jangan lupa sepiring nasi bertabur bawang goreng dan emping melinjo. Jika tidak suka emping, kedai ini juga menyediakan kerupuk udang sebagai penggantinya.
Anda juga bisa meminta kombinasi potongan daging sapi. Misalnya, daging kepala sapi campur jeroan atau daging kaki sapi bagian paha belakang atawa babat. “Satu hari kami butuh 10 kg sampai 15 kg daging kepala sapi,” terang Juhairah.
Menurut Juhairah, dia hanya memakai daging kepala sapi bagian pipi dan tengkuk. Alasannya, lebih empuk dan tidak gampang menyelip di gigi.
Untuk menghasilkan daging kepala sapi yang empuk dengan bumbu yang meresap hingga ke bagian dalam, Juhairah menjelaskan, setelah dipotong-potong, daging kemudian ia rebus hingga airnya mendidih selama 1,5 jam. Racikan bumbunya meliputi jahe, daun salam, dan serai.
Lalu, untuk mendapat kuah soto yang gurih dan menggoyang lidah, Juhairah merebus santan yang berasal dari parutan 10 kelapa sampai mendidih selama 30 menit. Setelah santan mendidih, bumbu yang telah digoreng, antara lain cabai, lada, ketumbar, jintan, bawang putih, serta bawang merah, ia masukkan. Tak lupa, satu sendok kuah susu cair dan satu sendok makan margarin agar kuah soto makin gurih. “Santan diaduk-aduk terus supaya tidak pecah,” imbuh Juhairah.
Harga satu mangkuk soto daging kepala sapi spesial ini sangat terjangkau, hanya Rp 12.000. Plus nasi harganya menjadi Rp 15.000. Warung Soto Goyang Lidah juga menawarkan soto ayam dan sop iga sapi dengan harga yang sama.
Juhairah mengaku tidak menghitung berapa mangkuk soto yang laku terjual saban harinya. Cuma, secara keseluruhan, rata-rata, ia menjual 100 mangkuk soto daging kepala sapi, soto ayam, maupun sop iga sapi sampai dalam sehari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News