Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.170
  • EMAS682.000 0,44%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Meski lisensi dicabut Kemhub, pilot youtuber ini diajak kerjasama Dispen AU

Sabtu, 01 Juni 2019 / 05:41 WIB

Meski lisensi dicabut Kemhub, pilot youtuber ini diajak kerjasama Dispen AU
ILUSTRASI. Capt. Vincent Raditya (potongan Youtube)

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (AU) Mabes TNI AU Marsekal Utama (Marsma) TNI Fajar Adriyanto mengajak pilot " YouTuber" Kapten Vincent Raditya berkolaborasi memperkenalkan dunia dirgantara.

Ajakan Fajar tersebut termuat dalam tayangan video yang diunggah Vincent melalui akun YouTube-nya, saat membahas pencabutan lisensi Vincent oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub). "Ini suatu potensi kedirgantaraan dan suatu tugas kita menimba potensi kerdirgantaraan ini," ucap Fajar dalam video unggahan Rabu (29/5/2019).


Dengan berkolaborasi, kata Fajar, citra dunia penerbangan dapat dibangun. Selain itu, lanjut dia, masyarakat dan TNI AU dapat saling berbagi informasi seputar dunia kedirgantaraan. Pihaknya memiliki peran tersendiri untuk membina potensi-potensi dari dunia kedirgantaraan di Indonesia.

"Yang benar aturannya bagaimana, memang sih kalau melanggar kita ingatkan itu (untuk) diperbaiki. Bukan untuk menjatuhkan atau bagaimana, diingatkan untuk diperbaiki," ujarnya.

Kepala Subditnas Penerangan Umum TNI AU Kolonel (Sus) Muhammad Yuris yang juga ada dalam video tersebut menyampaikan bahwa apa yang dilakukan Vincent dapat mengedukasi masyarakat. "Jadi ini sangat mengedukasi masyarakat sebetulnya, menarik minat masyarakat untuk mencintai dirgantara," kata Yuris.

Vincent Raditya dikenal sebagai pilot yang juga pembuat konten YouTube. Kini, pengikutnya di YouTube mencapai 2 juta pengguna. Ia bahkan membeli pesawat single engine, Cessna 172, dari hasil membuat konten video di YouTube.

Namun, lisensi Vincent menerbangkan pesawat single engine dicabut Kemenhub karena dianggap melakukan sejumlah kekeliruan saat terbang bersama Limbad dalam salah satu video.

Pencabutan lisensi ini menjadi ramai diperbincangkan netizen setelah sebuah akun YouTube lain mengangkat permasalahan ini dengan mengundang beberapa pembicara.

Meski awalnya berniat memberi edukasi, konten yang menyudutkan Vincent Raditya ini justru banyak menuai kritikan dari netizen karena dianggap tidak tepat. Sebenarnya bagaimana permasalah ini bermula, hingga akhirnya merebut banyak simpati netizen, dan memunculkan petisi di platform Change.org?

Ditjen Perhubungan Udara mencabut lisensi terbang Captain Vincent Raditya melalui surat bernomor AU.402/0041/DKPPU/V/2019 yang dikeluarkan 21 Mei 2019 tentang Cancellation Single Engine Land Class Rating.

"Direktorat Jenderal Perhubungan Udara membatalkan otorisasi Aeroplane Class Ratting untuk Single Engine Land di dalam ATPL 6702 atas nama Capt. Vincent Raditya," demikian Kompas.com mengutip surat tersebut.

Akibat pencabutan itu, Capt. Vincent tidak lagi bisa mengendarai pesawat Cessna 172 PK-SUY miliknya yang ia beli dari uang hasil membuat video di kanal YouTube-nya selama delapan bulan terakhir.

Surat pencabutan tersebut memaparkan tiga alasan lisensi YouTuber itu dicabut. Ketiganya merupakan kekeliruan Capt Vincent  selama mengemudikan pesawat miliknya. Kesalahan tersebut ketahuan karena ia merekamnya dan menjadikannya sebagai konten YouTube.

Tigfa kesalahn itu adalah:

1. Tidak mengenakan shoulder harness saat duduk di kursi pilot menerbangkan Cessna 172 PK-SUY. Ini bertentangan dengan ketentuan CASR 91.105 dan CASR 91.107.

2. Capt Vincent Raditya memberikan kendali terbang pada orang yang tidak berwenang, tidak memiliki lisensi terbang.

3. Saat menerbangkan Cessna 172 PK-SUY, Capt Vincent Raditya sengaja melakukan exercise G Force (Zero Gravity) dengan membawa penumpang sipil (Limbad).

Meski demikian Capt. Vincent tetap menjadi pilot dan tidak kehilangan profesinya sebagai seorang pilot salah satu maskapai. Ia tetap bisa menerbangkan pesawat berbadan besar seperti Boeing 737 atau Airbus 320.

"Dia hanya tidak bisa menerbangkan pesawat Cessna 172 atau pesawat yang single engine yang mesin satu," kata Asisten Capt Vincent, Abraham Sylvester, Rabu (29/5/2019).

Ia mengungkapkan, Vincent masih memegang lisensi multi engine sehingga masih tetap bisa menjadi pilot di tempatnya bekerja. Abraham juga menjelaskan bahwa Capt Vincent tidak ada masalah dengan maskapai, justru mereka memberikan dukungan untuknya.

Ramai menjadi pembicaraan  di internet, muncul sebuah petisi di platform Change.org yang meminta lisensi single engine milik Vincent untuk dikembalikan. Petisi ini dibuat oleh akun bernama NAF Studio dan ditujukan kepada Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara.

Dibuat pada Selasa (28/5/2019), Kamis sore petisi ini sudah berhasil mengumpulkan lebih dari 20.000 tanda tangan. Keterangan dalam petisi menyebutkan, berdasarkan Peraturan Menhub PM 78 tahun 2017 tentan Pengenaan Sanksi Administratif Terhadap Pelanggaran Peraturan Perundang-undangan di Bidang Penerbangan, terhadap tahapan sanksi administrative bagi pelanggaran yang terjadi.

Urutannya adalah peringatan, pembekuan, pencabutan, dan/ atau denda administratif. Pembuat petisi meminta Ditjen Perhubungan Udara  untuk melakukan peninjauan kembali.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul:

1. "Polemik Pencabutan Izin Terbang Pilot "YouTuber" Vincent Raditya" . 
Penulis : Luthfia Ayu Azanella
Editor : Bayu Galih

2. "TNI AU Ajak Pilot "YouTuber" Capt Vincent Raditya Kolaborasi". 
Penulis : Jimmy Ramadhan Azhari
Editor : Kurnia Sari Aziza


Sumber : Kompas.com
Editor: Hasbi Maulana
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0009 || diagnostic_api_kanan = 0.0578 || diagnostic_web = 0.3410

Close [X]
×