Macam-Macam Gangguan Belajar Anak, Pengertian, dan Penyebabnya

Selasa, 20 September 2022 | 15:51 WIB   Penulis: Tiyas Septiana
Macam-Macam Gangguan Belajar Anak, Pengertian, dan Penyebabnya

ILUSTRASI. Macam-Macam Gangguan Belajar Anak, Pengertian, dan Penyebabnya. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/nz


KONTAN.CO.ID - Setiap anak menunjukkan perkembangan belajar yang berbeda-beda. Terkadang beberapa anak mungkin mengalami gangguan belajar. 

Bersumber dari unggahan Instagram Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemendikbud Ristek, Anak Berkesulitan Belajar (ABB) mengalami hambatan perkembangan dan belajar yang unik dalam beberapa bidang akademik.

Daftar Isi

ABB sering kali dianggap ceroboh, kurang teliti, dan bertingkah seenaknya. Namun, anak yang memiliki gangguan belajar sering kali tidak tahu mereka sedang melakukan kesalahan. 

Imbasnya, ABB sering merasakan tekanan psikis yang bisa mempengaruhi proses belajar mereka. Ada tiga macam gangguan belajar yang biasa ditemui pada anak: disleksia, disgrafia, dan diskalkulia. 

Simak penjelasan tentang ketiga macam gangguan belajar pada anak berikut ini, dirangkum dari Mayo Clinic dan Web MD:

Baca Juga: Tanda-Tanda Awal Autisme pada Anak Ini Wajib Diketahui Orangtua, Sila Catat

  • Gangguan belajar disleksia

Salah satu gangguan belajar anak yang sudah umum diketahui adalah disleksia. Disleksia adalah gangguan belajar dimana anak kesulitan membaca, mengeja, atau menulis. 

Gangguan ini mempengaruhi bagian pada otak yang berfungsi memproses bahasa. Anak penderita disleksia memiliki kesulitan dalam memahami suara dan kesulitan menghubungkan suara tersebut dengan huruf atau kata. 

Namun, ada program khusus yang bisa membantu anak disleksia agar mereka bisa belajar dengan baik.

  • Gangguan belajar disgrafia

Jika disleksia membuat penderitanya kesulitan mengolah bahasa menjadi ucapan, maka disgrafia adalah gangguan mengolah bahasa menjadi tulisan. 

Anak dengan gangguan ini kesulitan menulis dengan tangan sehingga membuat tulisan mereka tidak tersusun dengan baik. 

Disgrafia bisa disebabkan oleh masalah pada sistem saraf yang berimbas pada motorik halus yang dibutuhkan untuk menulis. 

Penderita disgrafia sering salah saat mengeja kata saat menulis dengan tangan. Bentuk tulisan tangan mereka sering tidak jelas dan memiliki bentuk yang tidak konsisten. 

Saat diminta menulis atau menyalin, mereka melakukannya dengan lebih lambat dari anak kebanyakan.

Baca Juga: Cara Cek BSU Tahap 2 di Kemnaker dan BPJS Ketenagakerjaan yang Sebentar Lagi Cair

  • Gangguan belajar diskalkulia

Beberapa anak memiliki gangguan belajar saat mereka mempelajari angka atau matematika. Diskalkulia adalah gangguan belajar dimana penderitanya kesulitan memecahkan masalah yang berkaitan dengan angka. 

Seringkali penderita diskalkulia mendapatkan nilai yang rendah di bidang matematika, namun tidak di bidang lainnya. 

Anak dengan gangguan belajar ini sering kali kesulitan memahami matematika dasar. Beberapa anak mulai bisa menghitung tanpa mengandalkan jari. Namun penderita diskalkulia masih bergantung pada jari saat mereka berhitung.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tiyas Septiana

Terbaru