Mencukur bulu ketiak bisa memicu kanker

Rabu, 04 April 2012 | 10:11 WIB Sumber: Harian KONTAN, 4 April 2012
Mencukur bulu ketiak bisa memicu kanker

Mencukur atau mencabut bulu ketiak menjadi cara jamak dilakukan oleh orang untuk menjaga badan agar tidak terlalu bau ketika berkeringat. Asumsinya, hilangnya bulu di ketiak menjadikan kita mudah membersihkannya.

Namun, tahukah Anda bahwa mencabut atau mencukur bulu ketiak nyatanya juga berbahaya. Bahkan jauh lebih berbahaya ketimbang kita memeliharanya.

Sebab bulu ketiak, selain berfungsi untuk melindungi kulit dari kotoran dan bakteri, juga berfungsi untuk melindungi ketiak dari zat racun yang datang dari luar tubuh.

Selain itu, seperti artikel yang dilansir oleh Healthmad, bulu ketiak juga berfungsi untuk melindungi organ vital yang berada di dekatnya, misalnya saja payudara untuk kaum perempuan.

Dengan mencukur bulu ketiak, maka di ketiak akan banyak luka kecil tak terlihat. Pori-pori di daerah ketiak juga akan membesar. Hal inilah yang memungkinkan racun dan zat kimia dari berbagai produk seperti deodoran, bedak dan krim akan dengan mudah masuk ke dalam kulit.

Sebagaimana diketahui bahwa lipatan daerah ketiak merupakan tempat berkumpulnya kelenjar getah bening. Kelenjar ini bisa memfasilitasi transportasi racun dan zat kimia dari luar ke bagian dalam tubuh, terutama payudara.

Jadi tidak mengherankan jika pencabutan atau mencukur bulu ketiak selalu dihubung-hubungkan dengan kanker payudara. Selain payudara, kemungkinan racun dari luar tubuh juga masuk ke bagian tubuh lainnya seperti paru-paru, jantung, dan otak.

Sebenarnya bulu ketiak merupakan daya tarik seksual karena folikel rambutnya hampir selalu berdekatan dengan kelenjar yang menghasilkan feromon, yaitu bundel molekul yang diproduksi oleh tubuh sebagai sinyal kimia untuk menarik pasangan seksual.

Jadi, bulu ketiak bisa menjadi daya tarik untuk lawan jenis. Tapi, tentu saja kebersihan dan kehigienisan daerah sekitar ketiak harus tetap dijaga dan terawat dengan baik.

Siap memelihara bulu ketiak?

Editor: Catur Ari


Terbaru