Ngelancong ke Setu Babakan, benteng terakhir budaya betawi, pelepas penat sehari-hari

Rabu, 15 September 2021 | 08:20 WIB   Reporter: Ahmad Febrian
Ngelancong ke Setu Babakan, benteng terakhir budaya betawi, pelepas penat sehari-hari

ILUSTRASI. Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan terpilih menjadi salah satu dari 50 desa wisata terbaik di Indonesia oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/rwa.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Kasus Covid 19 semakin menurun. Berdasarkan data litbang Kompas, Jakarta menjadi wilayah terbaik penanganan Covid. Beberapa tempat wisata sudah mulai kebanjiran pengunjung. 

Salah satu alternatif adalah wisata budaya yang  meliputi beragam aktivitas.  Seperti menyaksikan pertunjukan kesenian, melihat festival kebudayaan, menguungi permukiman tradisional dan rumah adatnya, serta situs cagar budaya warisan masa lalu. 

"Yang terakhir ini biasa disebut sebagai wisata pusaka atau heritage tourism," kata Suryani Sidik Motik, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, dalam siaran pers yang diterima Kontan.co,.id, Selasa (14/9).  

Suryani menyatakan,  sektor pariwisata sebagai penghasil devisa untuk memperoleh barang modal yang digunakan dalam proses produksi. "Pengembangan pariwisata menstimulus investasi di bidang infrastruktur," ujarnya.

Nah, Bagi Anda yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya, mengunjungi wisata pusaka tak perlu jauh-jauh. Bisa menyambangi perkampungan budaya betawi di Setu Babakan.  

Lokasinya  di Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan dan berdekatan dengan Depok, Jawa Barat. Area ini diperuntukkan untuk pelestarian warisan budaya Jakarta, yaitu budaya asli Betawi. 

Perkampungan seluas 289 hektare itu diresmikan melalui SK Gubernur No. 92 Tahun 2000 yang ditandatangani oleh Sutiyoso. Peletakan batu pertama pada 15 September 2000. Jadi hari ini genap berusia 21 tahun. Dan menjadi salah satu desa wisata terbaik versi Kementerian Pariwisata dan Industri Kreatif.

Kawasan ini  memiliki dua setu, yaitu Setu Babakan dan Setu Mangga Bolong. Dimanfaatkan untuk wisata air, seperti sepeda air, olahraga kano, dan memancing.

Suasananya  asri dan sejuk, penuh rindang pepohonan khas betawi di seantero lokasi. Seperti kecapi, rambutan, sawo, nangka, melinjo dan pisang. 
Dengan tempat terbuka dan luas seperti ini cocok untuk mitiigasi risiko mencegah Covid 19.Masuk ke Setu Babakan juga harus dengan protokol kesehatan yang ketat dan melewati QR code Peduli Lindungi. 

Lapar? Tenang banyak bertebaran kuliner khas Betawi. Di antaranya kerak telor, laksa, es selendang mayang, tauge goreng dan bir pletok.

Saat budaya betawi semakin tersingkir, Setu Babakan bisa menjadi alternatif menyelami budaya asli ibu kota. Dan boleh jadi iniah benteng terakhir budaya betawi, Jangan sampai anak cucu kita nantinya mencari bir pletok harus ke kafe yang mahal. 

Editor: Ahmad Febrian
Terbaru