Perbedaan bleaching dan toning rambut, yang mana kesukaan Anda?

Selasa, 16 November 2021 | 05:45 WIB   Reporter: Rizka Noveliana
Perbedaan bleaching dan toning rambut, yang mana kesukaan Anda?

KONTAN.CO.ID - Bagi Anda yang suka mewarnai rambut, proses toning dan bleaching sudah tidak asing lagi. Walaupun masing-masing berfungsi untuk mewarnai rambut Anda agar tetap cantik dan berkilau, ternyata ada perbedaan dari kedua jenis pewarnaan rambut ini. Melansir dari blog.marthatilaarshop.com, inilah lima perbedaan bleaching dan toning rambut, yaitu:

1. Kandungan Bahan Dasar

Perbedaan bleaching dan toning rambut pertama adalah kandungan bahan dasar. Pada Bleaching mengandung hidrogen peroksida yang lebih tinggi untuk mengubah warna rambut jadi lebih terang atau putih. Zat yang terlalu tinggi ini berpotensi menyebabkan rambut kering, kasar, bahkan migrain, apalagi jika tersentuh kulit kepala.

Sedangkan pada toning rambut menggunakan zat pewarna alami yang tidak mengandung amonia. Bahan developer pada proses toning mengandung lebih sedikit hidrogen peroksida di dalamnya, sehingga menghasilkan tekstur yang lebih cair.

2. Pilihlah Warna

Perbedaan selanjutnya yaitu pilihan warna. Pada bleaching, proses untuk menerangkan warna rambut memiliki ketersediaan warna terang dalam beberapa tingkat. Anda bisa pilih mulai dari yang tingkat paling rendah hingga yang paling tinggi sampai membuat rambut nyaris berwarna putih.

Sedangkan toning hanya memiliki piihan warna rambut  natural saja seperti ash grey atau warna pastel. Sehingga toning biasanya dipilih untuk Anda yang ingin menonjolkan warna rambut coklat atau orange yang natural. Toning juga sering dijadikan opsi pewarnaan rambut bagi lansia untuk menutupi uban.

Rambut warna

Baca Juga: Hasil San Marino vs Inggris: Three Lions pesta gol 10-0 lawan La Serenissima

3. Ketahanan Warna

Pada proses toning menghasilkan warna rambut yang natural, sehingga warna tidak bisa bertahan lama. Hasil toning rambut hanya bertahan sekitar tiga sampai empat minggu saja. Apalagi jika Anda tidak melakukan perawatan dengan benar, maka rambut akan lebih cepat memudar. 

Kedua jenis perawatan ini perlu melakukan retouch untuk mempertahankan warna yang Anda inginkan. Jika Anda ingin memiliki warna rambut ocean blue, tosca, atau pastel, Anda wajib retouch bleaching untuk menutupi warna rambut asli agar bisa ditimpa dengan warna yang terang.

Baca Juga: KSAL Yudo Margono tegaskan TNI akan tetap loyal siapa pun pemimpinnya

4. Hasil Akhir Pewarnaan

Perbedaan toning dan bleaching rambut selanjutnya adalah terletak pada hasil akhir pewarnaan. Pada bleaching, akan memberikan hasil akhir rambut blonde atau nyaris putih.

Jika Anda ingin memiliki warna rambut yang terang seperti pastel, biru, merah, ungu, atau ash grey, Anda bisa memilih proses bleaching. Namun Anda wajib melakukan perawatan yang intensif, sebab rambut berpotensi terasa lebih kering dan kasar setelah bleaching.

Sedangakan, Toning rambut akan menghasilkan warna yang natural dan dapat menonjolkan rambut berkilau cantik. Selain itu, kerusakan rambut pada proses toning sangat rendah, sehingga toning dangat direkomendasikan oleh hair expert jika Anda ingin mewarnai rambut dengan hasil natural.

Toning  menggunakan developer dengan zat kimia yang lebih sedikit sehingga kecenderungan rambut menjadi kering, rusak, kusam, dan bercabang cukup rendah.

Baca Juga: Kinerja moncer, MIND ID bakal kebagian dividen dari Freeport

5. Efek Samping 

Kedua proses pewarnaa rambut tersebut memiliki efek samping kepada tubuh yang mengakibatkan alergi. Alergi bisa muncul karena kandungan kimia pada toning dan bleaching.

Gejala yang dialami akan ditandai dengan munculnya migrain, rasa nyeri pada daerah kulit kepala, bahkan nyeri pada daerah wajah. Oleh karena itu, Anda perlu berkonsultasi dengan hair expert agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat dan hasil warna yang memuaskan. 

Selanjutnya: Bikin Camilan Gurih, Stick Singkong Krispi di Rumah, Yuk! Ini Resepnya!

Editor: Rizka Noveliana
Terbaru