Reporter: Markus Sumartomdjon | Editor: Catur Ari
Makin lama, orang yang demam muay thai makin mewabah di Indonesia. Tak cuma laki-laki tapi juga perempuan. Selain bisa menjaga kebugaran tubuh, beladiri asal Negeri Gajah Putih ini juga dapat membantu menghilangkan stres.
Akhir Juni ini Budi Arif bakal mengikuti ujian kemampuan perbankan di kantor Bank Indonesia, Jakarta. Corporate Wealth Management Bank UOB Buana wilayah Jawa Timur dan Bali ini senang bukan kepalang.
Kegembiraan pria 35 tahun ini bukan semata karena ikut ujian kemampuan perbankan, tapi juga dia memiliki kesempatan menyambangi tempat latihan (gym) muay thai yang tidak ada di Kota Surabaya, tempat tinggalnya. “Siapa tahu saya bisa curi-curi waktu untuk mengunjungi gym muay thai,” kata Budi.
Dua bulan terakhir ini Budi memang lagi getol berlatih memeragakan pukulan dan tendangan olahraga asal Thailand itu. Latihan bela diri Negeri Gajah Putih tersebut Budi lakoni bukan di tempat latihan khusus muay thai alias gym atau camp, melainkan di rumah sendiri.
Instrukturnya juga bukan pelatih muay thai, tetapi buku tentang olahraga yang populer dengan sebutan thai boxing itu. Rupanya, Budi belajar secara autodidak.
Hasrat Budi mendalami olahraga yang dikenal dengan seni delapan tungkai ini gara-gara salah seorang saudara perempuan dia mengunggah fotonya yang sedang bergaya muay thai di akun jejaring sosial Facebook miliknya.
Budi yang penasaran dengan beladiri yang memadukan teknik pukulan, tendangan, siku, dan lutut itu lantas menjelajah dunia maya, mencari tahu lebih banyak lagi tentang muay thai. “Ternyata muay thai tipe olahraga unik,” ujarnya yang pernah berlatih karate saat masih duduk di bangku sekolah dulu.
Budi bukan satu-satunya orang yang gandrung dengan muay thai. Beladiri ini sudah membikin kesengsem beragam kalangan. Mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa, baik pria maupun wanita. Pelajar, mahasiswa, orang kantoran sampai artis kenamaan seperti Agnes Monica pun menekun olahraga ini.
Endy Ramasetya Nahan, pemilik Muay Thai Training Camp di bilangan Panglima Polim, Jakarta Selatan, bilang, keberadaan muay thai di Indonesia, khususnya Jakarta sebetulnya sudah lama. Sasana latihan muay thai miliknya saja telah berdiri sejak delapan tahun silam. Cuma, orang kita lebih mengenal beladiri itu sebagai thai boxing.
Tetapi, semenjak televisi kabel menayangkan saluran televisi olahraga ekstrem seperti KIX, yang menayangkan adu tanding muay thai, semakin banyak orang kepincut pada muay thai. “Inilah biang muay thai langsung mendapat perhatian kalangan luas di Indonesia,” ucap Endy.
Andi Annisa T. yang bekerja di Fox Indonesia, lembaga konsultan strategis dan politik, salah seorang yang terpikat. Sudah satu tahun belakangan dia berlatih muay thai. Sebelumnya, wanita 28 tahun ini lebih sering aerobik.
Setelah melihat atraksi muay thai di televisi, seketika itu juga Annisa jatuh hati. Pokoknya, “Saya langsung suka dengan muay thai,” katanya.
Annisa melihat muay thai sangat cocok untuk kaum hawa. “Olahraga ini tidak kaku, malah lebih luwes ketimbang beladiri lainnya,” beber Manajer Program Fox Indonesia yang pernah berlatih karate ini.
Mungkin karena alasan itulah tempat latihan muay thai yang ada di Jakarta mulai kebanjiran anggota perempuan. Tak cuma orang kantoran semacam Annisa, tetapi juga siswi sekolah dan mahasiswi. “Cukup banyak anggota kami yang perempuan,” ungkap Endy yang mengaku tak hafal betul jumlah pastinya.
Jo Bernard Petro Celli juga mengangguk tanda setuju. Pemilik Combat Body Fighting di daerah Cimanggis, Depok, Jawa Barat ini menyebut, kaum perempuan terutama para mahasiswi cukup banyak yang ikut latihan muay thai.
Berat badan turun
Kalau diperhatikan dengan saksama khususnya dalam latihan gerakan pukulan, telihat betul kalau muay thai pas dengan kaum hawa. Gerakan pukulan tangan kanan dan kiri sesekali diikuti dengan siku, sehingga sekilas terlihat seperti gerakan menari. Apalagi sesekali mereka menyentak dengan tendangan.
Gerakan latihan muay thai ini makin berirama karena mendapat iringan musik yang biasa dipakai untuk mengiringi aerobik. “Kalau sudah seperti ini, buat apa saya ikut fitnes lagi,” timpal Annisa.
Soalnya, latihan yang rata-rata memakan waktu satu jam ini sungguh menguras keringat. Maklum, sebelum berlatih jurus-jurus muay thai, si peserta kudu pemanasan lebih dulu. Dimulai dengan skipping atau joging di tempat. “Semakin berkeringat justru orang bakal semakin luwes dengan muay thai,” imbuh Endy.
Dampaknya, berat badan seseorang setelah menguras keringat dengan pukulan, tendangan, siku, dan lutut ala muay thai bisa turun drastis. Menurut Jo, wanita yang berlatih muay thai satu jam dapat turun 1 kg. “Itu betul, lo,” timpal Annisa yang mengaku dua kali seminggu melakukan latihan muay thai di gym.
Wisnu Pramudya, penyuka muay thai lain, mengamini pernyataan Jo dan Annisa. Financial Management Controller PT Oriental Consulting ini mengatakan, tidak hanya perempuan, semua orang yang berlatih muay thai satu jam bisa membakar sumber tenaga antara 500 hingga 700 kalori.
Hasilnya bisa terlihat dari berat badan Wisnu yang sudah hampir satu tahun lebih ini selalu manteng di angka 77 kilogram, meski ia doyan makan. “Buktinya memang ada,” katanya. “Faktor inilah yang membuat kaum perempuan mulai menyukai muay thai. Mereka bertujuan menurunkan berat badan,” sahut Endy.
Rata-rata empat kali dalam seminggu Wisnu menyambangi tempat latihan muay thai di Jakarta. Program latihan ini biasanya ia lakukan setelah pulang kantor. Bagi kalangan eksekutif, jam pulang kantor adalah waktu yang tepat untuk mencari keringat.
Jam pulang kantor sengaja mereka pilih. Selain sudah bebas dari jam kerja, justru setelah lepas dari rutinitas inilah para pehobi muay thai bisa mengeluarkan semua beban. “Istilahnya, muay thai bisa sebagai pelampiasan stres kala kerja,” kata Annisa.
Jika ada masalah pekerjaan yang membuat Annisa mangkel, kantung tinju yang ada di gym bakal menjadi tempat pelampiasan kekesalannya. Pukulan, tendangan, siku, dan lutut langsung ia arahkan ke sasaran yang tergantung di gym itu.
Setelah melesakkan beberapa kombinasi serangan ini, emosi yang menderu-deru dalam diri Annisa langsung mengendur dan dengan sendirinya hilang. Hingga akhirnya stres yang ia hadapi pun lenyap.
Wisnu juga ikut muay thai supaya bisa menghilangkan rasa stres, selain mencari keringat tentunya. Malah, sebelum melanjutkan pekerjaan yang dia rasa butuh konsentrasi tinggi, Wisnu menyempatkan terlebih dahulu pergi ke gym untuk berlatih muay thai. Setelah itu ia kembali ke kantor dan meneruskan pekerjaan. “Terus terang kerjaan menjadi lebih enteng,” katanya.
Lebih enak lagi, para penggila muay thai tak perlu keluar modal gede. Sebab, peralatan wajib yang harus mereka miliki adalah sarung tangan ala petinju dan celana khusus muay thai.
Meski tergolong murah, bukan berarti beberapa maniak muay thai main asal pakai perlengkapan saja. Wisnu, misalnya, punya koleksi sarung tangan buatan Thailand yang biasa dipakai para atlet muay thai. Harganya Rp 800.000 sepasang.
Bahkan, Wisnu berencana melancong ke Thailand untuk mendatangi klub muay thai yang sudah punya nama di sana, yakni Vertex. “Mudah-mudahan tahun ini saya jadi berangkat,” katanya.
Siapa tertarik menyusul. Atau kepingin lebih langsing?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
