kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.935
  • EMAS714.000 1,28%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN 0.27%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.13%

Tiga langkah mudah untuk menangkal informasi hoaks


Kamis, 20 Juni 2019 / 07:30 WIB

Tiga langkah mudah untuk menangkal informasi hoaks
ILUSTRASI. Seorang perempuan membawa poster bahayanya kabar hoax

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Informasi palsu dan menyesatkan jadi momok yang menyeramkan bagi masyarakat saat ini. Agar tidak termakan info menyesatkan, masyarakat harus kritis ketika menerima informasi.

Belakangan masyarakat diserang dengan beredarnya informasi menyesatkan alias hoaks. Salah satu info hoaksyang sempat membuat gaduh masyarakat adalah informasi tentang makanan.

Contohnya, beberapa waktu lalu heboh kabar mengenai telur palsu dan beras yang mengandung plastik di pasaran. Kabar lain yang tidak kalah gaduh adalah nasi yang bisa terbakar.

Berdasarkan hasil penelitian Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM), sejauh ini tidak ada beras yang mengandung plastik. Masyarakat perlu mengetahui rasa pulen nasi dipengaruhi komponen penyusun pati dalam butir beras. Komponen pati tersebut terdiri dari amilosa dan amilopektin yang membuat nasi terasa pulen.      

Dewi Sari, Operational Director Masyarakat Anti Fitnah Indoensia (Mafindo) mengatakan hoax pangan menimbulkan dampak yang besar dalam kehidupan masyarakat. Informasi tersebut berhubungan dengan material yang dikonsumsi masyarakat setiap hari.

Alhasil, masyarakat jadi was-was saat membeli bahan pangan seperti beras atau telur.

"Info hoaks sengaja disebar luaskan kepada masyarakat untuk kepentingan persaingan usaha," kata Dewi. Umumnya, kabar hoaks banyak disebarkan melalui Whatsapp dan Telegram app.    

Agar tidak termakan dengan informasi yang menyesatkan, Anda harus kritis saat menerima informasi.

1. Jangan mudah percaya pada Informasi bombastis 

Anda sebaiknya tidak mudah percaya saat mendengar berita yang bersifat bombastis. Misalnya, saat Anda mendapatkan informasi adanya telur palsu yang tersebar di pasaran.

Dewi menjelaskan umumnya informasi yang bombastis adalah berita hoaks. Sehingga, Anda wajib waspada saat menerima informasi tersebut.

2. Waspada dengan permintaan forward pesan 

Anda harus berpikir seribu kali sebelum memutuskan untuk forward pesan kepada orang lain. Dewi menjelaskan pesan yang minta untuk disebarluaskan secara masif biasanya mengandung informasi menyesatkan.

Jadi, Anda harus memperhatikan isi pesan tersebut. Agar, Anda tidak sampai ikut menyebarkan informasi hoax ke masyarakat.    

3. Check and Recheck informasi

Anda sebaiknya melakukan riset secara sederhana saat menerima informasi yang bersifat bombastis. Bila Anda bingung cara melakukan riset tersebut, gunakan saja mesin pencari Google.

Contohnya, Anda ingin mengecek tentang kabar telur palsu. Anda dapat memasukkan keyword telur palsu di kolom pencarian Google.

Kemudian, Anda akan melihat banyak informasi yang berkaitan dengan telur palsu. Sebaiknya, Anda baca dua atau tiga artikel tentang telur palsu yang dimuat media kredibel. Tujuannya, agar Anda mendapatkan informasi yang akurat tentang kebenaran informasi tersebut.

 


Reporter: Tri Sulistiowati
Editor: Tri
Video Pilihan

Tag
TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Redaksi | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0006 || diagnostic_api_kanan = 0.0624 || diagnostic_web = 0.3167

Close [X]
×