kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.664
  • SUN103,07 -0,13%
  • EMAS601.968 0,67%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Ahok masuk daftar Top Global Thinkers 2017

Kamis, 07 Desember 2017 / 07:53 WIB

Ahok masuk daftar Top Global Thinkers 2017

Sidang Vonis Ahok Terdakwa kasus dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama berbincang bersama kuasa hukumnya seusai menjalani sidang dengan agenda pembacaan putusan oleh Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (9/5). Dalam sidang tersebut, Basuki dijatuhi hukuman dua tahun penjara karena Haki menilai Basuki terbukti melakukan penistaan agama. Foto: Raisan Al Farisi/Republika

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama masuk daftar bergengsi “Top Global Thinkers 2017” versi majalah ternama Foreign Policy.

Pria yang kerap disapa Ahok itu bergabung dengan tokoh-tokoh dunia ternama.

Di antaranya Presiden Perancis Emmanuel Macron, Presiden Korea Selatan Moon Jae In, Pemimpin oposisi Inggris Jeremy Corbyn, Senator California sekaligus capres potensial AS di 2020 Kamala Harris, The Silence Breakers, para perempuan penggerak gerakan fenomenal #MeToo, serta nama ternama lainnya di daftar yang dirilis awal pekan ini.

Tercatat, ada 48 tokoh yang dinilai sebagai sosok yang mendefinisikan tahun 2017 dengan kontribusi menonjol yang membentuk pemikiran dunia.

Ahok menjadi satu-satunya tokoh Indonesia yang berada dalam daftar tersebut.

Seorang Minoritas Ganda

Ahok, menurut editor Foreign Policy Benjamin Soloway, digambarkan sebagai ikon yang berdiri tegak melawan meningkatnya hantu fundamentalis di Indonesia.

Pria dari etnis Tionghoa beragama Kristen Protestan berlidah sangat tajam di negara dengan jumlah pemeluk Islam terbesar di dunia, Ahok disebut bukan tipikal politisi biasa Indonesia.

Mulai dari momen ketika mantan bupati Belitung Timur itu menginjakan kaki di Balai Kota Jakarta 2012, Ahok sudah diprediksi akan menjadi sosok yang mengundang polarisasi.

Pada awalnya, latar belakangnya sebagai seorang minoritas ganda tidak menjadi masalah. Namun, tubrukan dengan kaum konservatif Islam akhirnya tidak bisa terbendung.

Setelah blundernya di Kepulauan Seribu, karir politik Ahok berakhir. Namun, Ahok menjadi simbol penting dari pluralisme yang sedang tersudut di Indonesia.

Majalah Foreign Policy menyebut, hal yang mencengangkan adalah ketika Ahok, sebagai seorang minoritas ganda ditambah dengan gaya bahasanya yang impulsif, dapat melangkah begitu jauh di kancah politik Indonesia.

Hanya dalam waktu tiga tahun, karir politik suami Veronica Purnama ini melesat bagaikan meteor. Dari seorang anggota DPR Bangka Belitung menjadi Gubernur DKI Jakarta, ibu kota Indonesia.


Sumber : Kompas.com
Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

TOKOH

Berita terbaru Lifestyle

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hotel Santika Premiere Hayam Wuruk
26 March 2018 - 27 March 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy