HOME | Wisata |

INDUSTRI PARIWISATA

Lewat museum, Jakarta jaring pelancong

oleh : Jane Aprilyani | Selasa, 14 November 2017 | 21:03 WIB

Lewat museum, Jakarta jaring pelancong

KONTAN.CO.ID -

Kontribusi musem ke pendapatan Jakarta

JAKARTA. Banyak cara untuk bisa mendatangkan bahkan meningkatkan wisatawan di Jakarta. Salah satunya dengan menyediakan tempat wisata yang menarik seperti museum. Namun, tidak semua masyarakat tertarik berkunjung ke museum.

Seperti yang diutarakan Hari Wibowo, Kepala Bidang Destinasi dan Pemasaran Pariwisata DKI Jakarta. Melihat perkembangan destinasi wisata di luar ibukota membuat pemerintah Jakarta berupaya bisa menarik minat masyarakat Jakarta berkunjung ke museum dibanding tempat liburan diluar Jakarta. "Daripada ke luar kota seperti kebun Strawberry, atau ke Lembang atau Bandung,  museum di Jakarta diharap bisa menjadi destinasi utama masyarakat," katanya.

Apalagi harga tiket masuk ke museum sangatlah terjangkau. Untuk kalangan pelajar hanya dikenakan biaya Rp 2.000, mahasiswa Rp 3.000 dan umum sekitar Rp 3.500. Bahkan untuk rombongan kerap diberikan diskon hingga 25%.

Hari pun berharap bahwa dengan berbagai inovasi dan upaya yang dilakukan pemerintah bisa meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke museum di Jakarta. Sekedar informasi, total pendapatan yang disumbangkan museum untuk pendapatan asli daerah DKI Jakarta tahun 2016 mencapai 4,7 triliun. "Kedepan kami optimistis jumlah ini bisa bertambah seiring jumlah kunjungannya," ungkapnya.

Sayang, dia tidak membeberkan jumlah pendapatan seluruh museum Jakarta yang berkontribusi untuk pendapatan daerah. Sementara itu, ada sekitar 70 museum di Jakarta, dan 11 museum diantaranya dikelola Pemerintah DKI Jakarta, dan sisanya dikelolah BUMN, swasta dan yayasan.

Salah satu museum yang cukup menyumbang kontribusi dan memiliki jumlah kunjungan terbanyak terdapat di museum kesejarahan Jakarta alias museum Fatahilah di Kota Tua.

Sri Kusumawati, Kepala Unit Pengelolaan Museum Kesejarahan Jakarta yang membawahi pemeliharaan dan pengelolaan museum kesejarahan, joeang 45, MH Thamrin dan prasasti ini menegaskan bahwa jumlah kunjungan dan setoran dari museum kesejarahan memang lebih besar dari tiga museum lainnya.

Diakui Ati, besaran retribusi karcis museum yang disetorkan ke kas daerah untuk tahun ini ditargetkan sebesar Rp 2,9 miliar dari total empat museum yang dikelolanya. Bicara soal target retribusi tahun 2016 yaitu Rp 2,1 miliar dan realisasinya mencapai Rp 2,7 miliar. "Nah, dengan target tahun ini sudah 80%, malah hampir 90% sudah berjalan," ungkap Ati kepada KONTAN, Selasa (14/11).

Sementara itu, tahun depan pihaknya bakal menyiapkan fasilitas bebas wi-fi dan aplikasi multimedia untuk generasi milenial betah berada di museum. Serta mempercantik sudut-sudut museum untuk terlihat instagramable.