Kedai
PECEL LELE TANPA NAMA
Pecel lele tanpa nama yang sudah ternama
oleh : Lamgiat Siringoringo | Senin, 02 Mei 2011 | 09:50 WIB
artikel dibaca sebanyak 6297 kali
0 Komentar
Telah dibaca sebanyak 6297 kali
Salin Tulisan
Pecel lele tanpa nama yang sudah ternama

Kedai yang menyajikan kudapan pecel lele atau pecel ayam ada di mana-mana. Namun, kalau Anda benar-benar hobi dua macam masakan ini, belum lengkap kalau belum datang ke kedai pecel lele tanpa nama di Bendungan Hilir.

Warung atau kedai yang menjajakan pecel lele dan pecel ayam ada di mana-mana. Mulai dari pinggiran jalan utama hingga di jalanan perumahan. Saking banyaknya penjual pecel lele atau pecel ayam ini, bisa-bisa Anda malah kebingungan mencari salah pecel lele yang paling enak di antara kedai-kedai itu.

Segera endapkan kebingungan Anda. Kalau mau pecel lele yang rasanya yahud, datanglah ke kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat. Di pelataran bengkel mobil Dua Sekawan di Jalan Bendungan Hilir Raya Nomor 588, ada kedai pecel lele tanpa nama yang layak Anda cicipi.

Meski tanpa nama, jangan takut Anda salah masuk di kedai pecel lele lain yang banyak bertebaran di sekitar situ. Sebagai patokan, jika Anda datang dari arah Jalan Jenderal Sudirman, arahkan kendaraan menuju Pasar Benhil. Susuri depan pasar tersebut hingga ketemu tempat fotokopi yang buka 24 jam. Kemudian, cari bengkel mobil Dua Sekawan. Kedai pecel lele ini ada di pelataran bengkel tersebut.

Kalau tak mau repot, begitu Anda di depan Pasar Benhil, tanya saja ke orang-orang yang kelihatannya biasa mangkal di situ, mereka pasti mau menunjukkan kedai itu.

Menilik lokasinya, jelas kedai ini kelas kakilima. Layaknya, kedai kakilima, kedai ini tidak menyediakan tempat yang nyaman. Hanya ada meja kayu dan kursi plastik. Tempat menyiapkan makanan pun di atas gerobak sederhana.

Kendati sederhana, jangan kaget kalau Anda melihat pembelinya. Ketika kedai buka mulai pukul 18.00 dan tutup pukul 24.00 jumlah pembeli nyaris tak pernah surut. Belasan kursi plastik yang ada di sini selalu berpenghuni. Bahkan, saat prime time bisa dipastikan Anda harus rela antre.

Para pembeli yang rela mengantre tentu punya alasan kuat. Mereka paham pecel lele atau pecel ayam di kedai ini bisa dibilang paling jago di antara kedai-kedai di Benhil dengan sajian serupa.

Kedai ini punya satu ciri khas yang susah disamai para pesaingnya, yaitu rasa sambalnya yang nikmat. Selain itu, lele dan ayam goreng yang digoreng garing benar-benar gurih sampai ke tulang-tulangnya. Potongan ayam gorengnya juga pas, tak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Yang pasti daging ayam di kedai ini empuk. Gigi Anda tak perlu bekerja keras untuk melumat daging ayam ini.
Kalau belum merasa puas makan berulam lele atau ayam, Anda tentu bisa memesan tempe atau tahu.

Kudapan pecel lele atau pecel ayam makin tampak eksotis karena disajikan langsung di atas cobek sambal. Satu sebab pengunjung suka mengudap lele atau ayam di sini: sambal di kedai milik Hidayat ini selalu segar. Bahan-bahan sambal diulek langsung di atas cobek tanah liat. Jadi, bukan berupa sambal jadi yang kemudian digencet lele atau ayam goreng.

Bumbu rahasia

Banyak pelanggan mengakui sambal racikan Hidayat memang muantab. Rasa pedas nan tajam, rasa asin, dan manis yang berbaur kompak dengan rasa asam jeruk limau benar-benar nikmat di lidah. Apalagi kalau kemudian suwiran daging lele atau ayam menjadi pengiring utama ketika masuk mulut, benar-benar pas.

Tentu Hidayat tak selalu memanjakan lidah pengunjung kedainya dengan sambal nan pedas. “Bisa pesan sambal yang tidak pedas, kok,” ujar dia.

Untuk urusan minuman, kedai ini menyediakan aneka jus buah. Dingin jus buah ini juga cukup nikmat untuk menetralkan rasa pedas yang memenuhi rongga mulut. Hidayat mengungkapkan, sajian lele atau ayam di kedainya tak ada bedanya dengan kedai-kedai pecel lele lainnya. Lele dan ayam itu pun dia beli di Pasar Benhil.

Hanya, meski lele dan ayamnya sama, Hidayat punya cara khusus agar rasa lele dan ayam gorengnya lain daripada yang lain. Sebelum masuk ke penggorengan, Hidayat merendam lele dan ayam dalam ramuan bumbu. “Apa bumbunya? Itu rahasia perusahaan,” ujar pria asal Surabaya ini sambil terkekeh. Demikian juga dengan racikan sambal, Hidayat emoh berbagai ilmu.

Yang jelas, kelezatan pecel lele dan pecel ayam Hidayat memang sudah teruji. Sepanjang waktu buka kedai yang hanya berlangsung selama enam jam itu, dia sanggup melego 200 potong ayam goreng dan 130 ekor ikan lele. “Kalau lagi ramai bisa lebih banyak lagi,” ujarnya tanpa nada sombong.

Pelanggan kedai ini juga beragam. Mulai dari orang kantoran, anak kos di sekitar Benhil, sampai penduduk Bekasi dan Tangerang. Hidayat pun menjamin, setelah Anda merasakan pecel lele dan ayam racikannya, Anda tak akan menyesal. Maklum, ongkos untuk membayar kenikmatan itu hanya Rp 10.000 per porsi.

Sebuah tawaran menarik di tengah kemacetan jalanan.

Pecel Lele Tanpa Nama
Jalan Bendungan Hilir Raya Nomor 588, Jakarta Pusat,
telepon: 085883991110.



0 Komentar
Telah dibaca sebanyak 6297 kali
Salin Tulisan