Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Hampir 125 juta penonton di Amerika Serikat (AS) menyaksikan kemenangan telak Seattle Seahawks atas New England Patriots pada ajang Super Bowl Minggu lalu, menjadikannya Super Bowl kedua paling banyak ditonton sepanjang sejarah di AS, menurut data Nielsen yang dirilis Selasa.
Kemenangan Seahawks dengan skor 29–13 atas Patriots disaksikan rata-rata 124,9 juta pemirsa melalui jaringan NBC milik Comcast, layanan streaming Peacock, serta stasiun berbahasa Spanyol Telemundo. Angka tersebut juga mencakup penonton melalui layanan streaming resmi NFL, NFL+.
Baca Juga: Tier List Race Abyss Roblox Lengkap dengan Cara Reroll
Jumlah penonton Super Bowl tahun ini hanya kalah dari edisi tahun lalu yang disiarkan Fox, ketika Philadelphia Eagles menghancurkan Kansas City Chiefs dengan rata-rata 127,7 juta penonton, rekor tertinggi sepanjang sejarah, menurut Nielsen.
Nielsen mencatat, jumlah penonton Super Bowl tahun ini sempat mencapai puncaknya di 137,8 juta orang. Ajang ini kembali menegaskan posisinya sebagai acara tahunan paling banyak ditonton di televisi Amerika Serikat.
Pengiklan dilaporkan membayar hingga US$10 juta untuk satu slot iklan berdurasi 30 detik selama pertandingan.
Pertunjukan paruh waktu (halftime show) Super Bowl yang menampilkan bintang rap Latin Bad Bunny rata-rata ditonton 128,2 juta orang di AS.
Baca Juga: Hadiah Heartopia Menanti! Cek Daftar Kode Redeem Terbaru Februari 2026 dan Cara Klaim
Penampilan tersebut memicu gaung besar di media sosial, dengan total konsumsi konten mencapai sekitar 4 miliar tayangan dalam 24 jam pertama, menurut NBC Sports.
Bad Bunny mengubah Levi’s Stadium di Santa Clara, California, menjadi penghormatan bagi kampung halamannya, Puerto Riko, melalui pertunjukan berenergi tinggi yang juga menampilkan kejutan dari Lady Gaga dan Ricky Martin, serta tribut untuk pionir reggaeton Daddy Yankee.
Namun, pemilihan Bad Bunny yang memiliki nama asli Benito Antonio Martinez Ocasio sebagai bintang utama halftime show menuai kritik dari Presiden AS Donald Trump dan sejumlah kalangan konservatif.
Kritik tersebut terkait keputusannya tampil sepenuhnya dalam bahasa Spanyol serta sikap vokalnya terhadap kebijakan imigrasi AS.
Sebagai tandingan, kelompok konservatif Turning Point USA menggelar konser alternatif yang mereka sebut “All-American Halftime Show”, dengan menampilkan Kid Rock dan sejumlah musisi lainnya.
Selanjutnya: Bursa Asia Lanjutkan Reli di Hari Ini (11/2), Indeks ASX 200 Melonjak 1,3%
Menarik Dibaca: IHSG Berpotensi Lanjut Naik, Berikut Rekomendasi Saham BNI Sekuritas Rabu (11/2)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
