CLOSE [X]

Ada Cara Baru Mengatasi Penyakit Varises dan Tiroid

Minggu, 30 Januari 2022 | 16:21 WIB   Reporter: Ahmad Febrian
Ada Cara Baru Mengatasi Penyakit Varises dan Tiroid

ILUSTRASI. Kanker tiroid


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Meski pandemi Covid 19 melanda, sektor kesehatan juga mengembangkan teknologi untuk solusi penyakit lain. Seperti varises. 

Jika tidak diterapi dengan baik penyakit ini bisa menimbulkan dampak serius pada kesehatan. Seperti pembengkakan pada kaki, kemudian kaki menjadi lebih berat, kebas, pegal dan kesemutan. Pada fase ini penderita merasa terganggu pada saat melakukan aktivitas fisik. 

Dulu pengobatan varises  dengan prosedur pembedahan yang memerlukan luka sayatan cukup besar sekitar 3cm -4 cm. Dengan teknologi masa kini, varises bisa diobati dengan prosedur bedah yang minim luka, bahkan hanya dengan sayatan kecil. 

Wirya A. Graha, Dokter Spesialis Bedah Toraks, Kardiak dan Vaskular Bethsaida Hospital mengatakan luka hanya sekitar 1 mm-2 mm menghilang dalam waktu 1 pekan-2 pekan dengan Endovenous Laser Ablation (EVLA).

Melalui EVLA, vena yang melebar dan membengkak akan diablasi dengan energi panas dari laser. Sehingga vena akan mengecil dan peredaran darah menjadi normal. 

“Setelah tindakan, pegal dan keram akan berkurang, lalu dalam waktu 3 pekan-4 pekan varises akan hilang dan bekas lukapun akan pulih dengan cepat,” kata Wirya, dalam rilis yang diterima Kontan.co.id, Sabtu (29/1).

Rumah sakit Bethsaida juga mengembangkan teknologi mengatasi kelenjar tiroid. Ini adalah organ kecil yang terletak di bagian depan leher, melingkari tenggorokan (trakea).

Gangguan fungsi dapat berupa hipertiroid jika tubuh membuat terlalu banyak hormon tiroid. Sebaliknya jika tubuh  membuat terlalu sedikit hormon tiroid, disebut hipotiroidisme. 

Kedua kondisi ini mempunyai dampak yang serius karena mempengaruhi seluruh metabolisme tubuh. Fungsi hormon tiroid untuk tubuh sangatlah banyak. Mulai dari otak, jantung, ginjal, organ reproduksi, liver, saluran cerna, otot dan tulang. 

Bethsaida Hospital memiliki Diabetic, Endocrine, Metabolic & Thyroid Center untuk menegakkan diagnosa dan terapi kasus diabetes dan tiroid. Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Konsultan Diabetes, Endokrin dan Metabolik Bethsaida Hospital, Rochsismandoko mengatakan, saat ini sudah dikembangkan tindakan minimal invasif tanpa operasi untuk menghilangkan pembesaran kelenjar tiroid jinak. 

Yaitu dengan Radio Frequency Ablation (RFA) dan Percutaneous Ethanol Injection Ablation (PEIA) tergantung tumornya padat atau berbentuk kista. “Dengan prosedur RFA untuk tumor jinak tiroid maka benjolan tiroid dapat berkurang antara 47,7% -96,9%,”  ujar Rochsismandoko

Terapi RFA tidak membutuhkan sayatan dan hanya menggunakan pembiusan lokal. Lama tindakan kurang lebih 1 jam dengan masa observasi setelah tindakan antara 10-12 jam. Efek samping yang mungkin terjadi adalah rasa nyeri, panas atau bengkak di leher. Sebagian besar akan sembuh sendiri tanpa memerlukan obat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Ahmad Febrian

Terbaru