Apa Itu Strict Parents? Ini Alasan, Ciri-ciri, dan Efek Strict Parents ke Anak

Kamis, 07 Juli 2022 | 08:10 WIB   Penulis: Virdita Ratriani
Apa Itu Strict Parents? Ini Alasan, Ciri-ciri, dan Efek Strict Parents ke Anak

ILUSTRASI. Ilustrasi strict parents.


KONTAN.CO.ID - Dalam psikologi, strict parents adalah orang tua yang memiliki standar dan tuntutan tinggi pada anak-anak mereka. 

Dikutip dari laman Parenting for Brain, strict parents dapat menjadi otoritatif atau otoriter terkait dengan kedisiplinan dan responsivitas terhadap kebutuhan anak. 

Namun, ketika strict parents memiliki standar tinggi kepada tetapi tetap memberikan dukungan dan kasih sayang kepada anak-anak mereka, umumnya anak-anak akan menjadi sosok yang lebih baik.

Sayangnya, kebanyakan strict parents bersikap dingin, tidak responsif, dan tidak mendukung anak-anak mereka. Aturan yang diberikan strict parents ke anak-anak mereka seringkali terlalu ketat dan sewenang-wenang.

Baca Juga: Cegah Kerutan Wajah di Usia 20-an, Ini Dia 5 Caranya!

Orang tua ini tidak mengizinkan anak-anak mereka untuk menyuarakan pendapat mereka atau mempertanyakan keputusan orang tua. Orang tua menjadi strict parents karena berbagai alasan, ada yang baik dan ada yang mementingkan diri sendiri. 

Beberapa alasan strict parents memiliki harapan yang tinggi. Mereka mengajari anak-anak mereka disiplin dan bertanggung jawab. Orang tua ini mengutamakan kepentingan terbaik anak-anak mereka.

Tetapi beberapa alasan strict parents mengontrol karena mereka takut dianggap sebagai orang tua yang tidak kompeten jika anak-anak mereka melakukan kesalahan. Orang tua seperti itu lebih memperhatikan perasaan dan ketidakamanan mereka sendiri daripada kesejahteraan anak-anak mereka.

Baca Juga: Tips Buka Rekening Tabungan Bebas Biaya untuk Edukasi Keuangan Anak

8 Ciri-Ciri strict parents

Sementara itu, dirangkum dari laman Gramedia, berikut adalah ciri-ciri strict parents:

1. Memberikan tuntutan, akan tetapi tidak bersikap responsif

Ciri strict parents adalah otoriter. Sehingga, strict parents sering memberikan banyak peraturan serta tuntutan pada anak. 

Bahkan peraturan yang diterapkan tersebut berdampak pada setiap seluruh aspek yang ada dalam hidup anak, baik itu di rumah maupun ketika anak berada di tempat umum.

2. Sedikit memberikan kasih sayang

Kemudian, ciri strict parents terlihat dingin, jauh dari anak-anak atau tidak dekat, serta kasar. Tidak jarang pula, strict parents bahkan berteriak pada anak serta jarang memberi dukungan maupun pujian. 

Baca Juga: 5 Manfaat yang Didapatkan Jika Mengonsumsi Buah Nangka Secara Rutin

3. Tak jarang memberikan hukuman fisik

Selanjutnya, ciri strict parents adalah tidak akan segan memberikan hukuman fisik pada anak, ketika sang anak dianggap telah melanggar peraturan yang dibuat.

4. Tidak membiarkan sang anak memilih

Keempat, ciri strict parents yakni tidak membiarkan anak untuk memilih atau memberikan pilihan pada anak. 

5. Tidak memercayai anak

Orang tua dengan ciri strict parents serta otoriter, umumnya cenderung tidak mampu memercayai sang anak, sehingga anak pun tidak diberikan peluang untuk membuat keputusannya sendiri. 

Baca Juga: Suka Anyang-anyangan? Ini 5 Cara Ampuh Mengatasinya

6. Kerap mempermalukan anak

Lalu, ciri strict parents adalah ia akan memperingatkan anak ketika anak melakukan sesuatu hal yang salah. Selain itu, strict parents juga dianggap kerap mempermalukan anak di depan umum, dengan tujuan agar anak selalu mematuhi peraturan yang mereka buat.

7. Tidak memberikan waktu luang untuk anak

Ciri strict parents lainnya ialah tidak memberikan waktu luang bagi anaknya. Contohnya, orang tua akan meminta anak, untuk melakukan hal-hal atau tugas yang sulit. Akan tetapi, orang tua tidak mau memberikan waktu luangnya untuk membantu anak mengerjakan tugas tersebut.

8. Enggan memberikan penjelasan pada anak

Terakhir, ciri strict parents adalah enggan memberikan penjelasan mengenai peraturan yang diberikan ke anak, serta alasan mereka menerapkan peraturan tersebut.

Baca Juga: Orang Tua Wajib Tahu, Ini 5 Alergi yang Sering Terjadi Pada Anak

Editor: Virdita Ratriani

Terbaru