Apakah Flexing Sudah Pasti Kaya? Yuk, Simak 3 Faktanya!

Rabu, 13 September 2023 | 15:07 WIB   Penulis: Virdita Ratriani
Apakah Flexing Sudah Pasti Kaya? Yuk, Simak 3 Faktanya!

ILUSTRASI. Flexing di Sosial Media. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration


MEDIA SOSIAL - Kata “flexing” pasti sudah tidak asing di telinga kita. Tapi, apa sih flexing itu dan kenapa sih dinamakan demikian? 

Nah, budaya flexing awalnya digunakan oleh para atlet binaraga dalam mempertunjukkan otot-otot mereka, agar terlihat lebih unggul dari atlet lainnya. Seiring berjalannya waktu, budaya flexing ini menjalar ke industri hiburan, di mana penyanyi hip-hop sering kali menunjukkan perhiasan yang banyak dengan harga yang mahal. 

Dari sana, flexing mengalami perluasan makna menjadi “pamer”, baik itu terkait dengan keahlian, kekayaan, kepintaran, dan sering kali digunakan sebagai istilah sehari-hari oleh kebanyakan anak muda saat ini.

Baca Juga: Tokopedia: Yuk Flexing Brand Lokal yang Nggak Kalah Mewah

Kehadiran sosial media juga menjadi salah satu platform utama untuk flexing. Tidak sedikit yang menunjukkan barang-barang mahal, rumah mewah, gadget terbaru, dan lainnya di sosial media. Dengan maraknya budaya flexing ini, dapat mempengaruhi definisi kaya bagi masyarakat, terutama anak-anak muda.

Hal ini didukung fakta dari studi yang dilakukan oleh Financial Fitness Index Bank OCBC NISP tahun 2023 yang menunjukkan bahwa sebanyak 42% orang Indonesia masih salah paham tentang definisi kaya.

Ternyata, jumlah generasi muda yang menganggap definisi kaya adalah mereka yang sering liburan, naik sebesar 350% dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga: Kritis Sebelum Flexing

Namun, mereka yang percaya bahwa definisi kaya berkaitan dengan hal-hal yang bersifat non-investasi, seperti rumah mewah, menggunakan brand fashion ataupun sering travelling/konser, memiliki skor kesehatan finansial yang rendah.

Di sisi lain, mereka yang mengartikan kaya dengan memiliki produk investasi seperti emas, properti yang disewakan, produk bank lainnya, memiliki skor finansial yang lebih sehat.

Nah, makanya, mereka yang flexing belum tentu benar-benar financially fit. Bisa jadi ada yang mengutamakan liburan tapi belum sadar akan pentingnya dana darurat. Bisa jadi juga yang tidak flexing malah sudah punya banyak produk investasi. 

Nah, dibandingkan hanya terlihat kaya di luar, sebenarnya seperti apa orang yang sehat finansial? 

Baca Juga: Flexing dan Konsumsi Kemewahan

Fakta orang yang sehat finansial 

Dirangkum dari keterangan resmi OCBC NISP, beberapa definisi orang yang sehat secara finansial menurut riset OCBC NISP Financial Fitness Index 2023:

1. Mengutamakan dana investasi daripada membeli produk mewah

Orang yang sehat secara finansial akan lebih cenderung mementingkan produk investasi dibandingkan dengan belanja barang-barang branded secara impulsif. Mirisnya, menurut riset FFI, baru 9% orang Indonesia yang sudah memiliki investasi. 

Mulai sekarang, tidak ada salahnya untuk lebih utamakan investasi daripada flexing karena gengsi. Kamu yang belum punya investasi bisa mulai belajar, dan yang sudah berinvestasi bisa terus meningkatkan portfolio.

`Baca Juga: Kisah Investasi Ferita Lie, Belajar Kelola Uang dari Sosok Ibunda

2. Memiliki pengeluaran dan pemasukan keuangan yang stabil

Banyak di antara kita yang masih sulit mengatur pengeluaran keuangan dengan baik, apalagi jika hidup di kota-kota besar seperti Jakarta. Terbukti dari riset bank OCBC NISP tahun 2023, 12% anak muda masih memiliki pengeluaran yang melebihi pendapatan, naik 5% dibandingkan tahun sebelumnya. 

Bahkan, sebanyak 76% dari anak muda masih menghabiskan uang demi gaya hidup yang ujung-ujungnya untuk flexing juga. Jadi, ayo lebih hemat lagi dalam pengeluaran dan utamakan fungsi, ketimbang gengsi. Dijamin bisa lebih financially fit.

3. Mendapatkan pemasukan pasif secara rutin

Kebanyakan orang yang sehat secara finansial memiliki pemasukan pasif yang rutin karena mereka mengutamakan masa depan untuk diri mereka dan keluarga, dibandingkan dengan menghamburkan uang saat ini. 

Baca Juga: Apa yang Salah dengan Pendidikan Karakter?

Mirisnya, di Indonesia sendiri baru 7% orang yang memiliki pemasukan pasif secara rutin berdasarkan survei Financial Fitness Index 2023. Maka, ayo kita lebih sadar lagi tentang pentingnya investasi karena orang yang punya investasi cenderung lebih kaya dibandingkan mereka yang suka impulsif.

Jadi, apakah kamu termasuk orang kaya bak sultan atau ternyata masih boncos karena gaya hidup? Ayo cek kondisi kesehatan finansialmu dengan fitur Finansial Fitness Check Up di berbagai kanal online. 

Kamu juga dapat berkonsultasi langsung dengan Nyala Trainer dari Bank OCBC NISP yang akan membantumu mencapai life goals mu. Jadi, jangan sampai kamu cuma flexing tapi tidak sehat finansial. Semua orang bisa kok #FinanciallyFit, asalkan ada kemauan dan juga konsisten. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Virdita Ratriani

Terbaru