Awas, Squid Game jadi kendaraan untuk melakukan seragan siber, ini beberapa modusnya

Rabu, 10 November 2021 | 00:25 WIB   Reporter: Ahmad Febrian
Awas, Squid Game jadi kendaraan untuk melakukan seragan siber, ini beberapa modusnya

ILUSTRASI. Petugas keamanan berjaga dengan menggunakan kostum drama serial Squid Game di Lotte Shopping Avenue, Jakarta, Kamis (28/10/2021). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/foc.


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sebulan setelah rilis, Squid Game, serial TV drama survival Korea Selatan, menjadi serial terbesar Netflix. Dengan lebih dari 111 juta penonton.


Nah, pelaku kejahatan siber memanfaatkan momentum tersebut dengan menciptakan skema penipuan di platform online pengguna. Pakar Kaspersky mendeteksi ancaman terkait Squid Game yang paling umum dan canggih. Termasuk trojan, adware, hingga penawaran mencurigakan penjualan kostum Halloween.

Dari periode September hingga Oktober 2021, Kaspersky menemukan beberapa lusin file berbahaya yang berbeda di web, dan berkedok dengan nama Squid Game.

Salah satu modus pelaku kejahatan siber, korban diduga diperlihatkan versi animasi game pertama  serial. Dan secara bersamaan, sebuah Trojan tanpa terlihat diluncurkan.

Sehingga dapat mencuri data dari berbagai browser pengguna. Dan mengirimkan kembali ke server penyerang. Pintasan (shortcut) juga dibuat di salah satu folder, dapat digunakan untuk meluncurkan Trojan setiap kali sistem dijalankan.

Kaspersky juga menemukan mobile malware yang mengeksploitasi ketenaran Squid Game. Bukan unduhan Squid Game, pengguna justru mengunduh Trojan. Trojan ini didistribusikan di toko aplikasi tidak resmi dan berbagai portal dengan kedok aplikasi, game, dan buku populer, dan lain lain

Seiring momentum Halloween akhir Oktober kemarin, Kaspersky mengamati banyak toko palsu terkait Squid Game. Sebagian besar dari mereka menawarkan kesempatan untuk membeli kostum seperti yang dikenakan pemain di serial tersebut.

Mereka mengaku sebagai toko resmi. Namun, saat berbelanja di situs tersebut, pengguna berisiko kehilangan uang mereka. Dan tidak mendapatkan barang yang diinginkan.

Selain itu, para pengguna secara tidak langsung telah membagikan informasi perbankan dan identitas pribadi. Seperti rincian kartu, termasuk alamat email, alamat tempat tinggal, dan nama lengkap kepada pelaku kejahatan siber.

Kaspersky juga menemukan beberapa halaman yang menawarkan bersaing dalam versi online game untuk memenangkan hadiah utama. 100 BNB (Binance coin). Tentu saja,  pemain tidak akan menerima hadiah yang dijanjikan. Justru berakhir dengan pengunduhan malware bahkan kehilangan data.
Squid Game.

“Sangat penting bagi pengguna untuk memeriksa keaslian situs web saat mencari sumber untuk streaming acara atau melakukan pembelian merchandise,” imbuh Anton V. Ivanov, pakar keamanan di Kaspersky, dalam rilis yang diterima Kontan.co.id, akhir pekan lalu. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Ahmad Febrian

Terbaru