Reporter: Hendra Gunawan | Editor: Catur Ari
Bau badan memang sangat mengganggu. Celakanya, menurut dokter dari Klinik Medizone, Mulyadi bau badan ini tidak bisa 100% dihilangkan. Hal itu dikarenakan setiap manusia memiliki kekhasan bau badan masing-masing. "Yang namanya keringat itu pasti bau, tapi kalau kondisi badannya normal, baunya tidak akan ekstrem," katanya.
Agar bau badan tersebut tidak menempel lama di badan, Mulyadi menyarankan agar selalu membersihkan badan setelah berkeringat, dengan cara mandi. Selain itu, agar bau keringat normal, kita juga harus selalu menjaga kebersihan badan untuk menjaga kulit bebas dari bakteri pemicu bau keringat tak sedap.
Ada dua jenis asam yang menyebabkan bau badan. Pertama yaitu asam propionat atau propanoat yang berbau seperti cuka. Ini merupakan hasil penguraian keringat oleh propionibacteria, sejenis bakteri yang hidup di saluran kelenjar manusia dewasa dan remaja. Kedua adalah asam isovalerik yang dihasilkan oleh bakteri staphylococcus epidermidis. Ini menyebabkan keringat berbau laiknya bau keju.
Selain menjaga badan agar tetap bersih, Mulyadi juga menyarankan untuk mengontrol menu makanan yang kita santap. Sebab, makan yang kita asup menjadi acuan bagi bau keringat yang keluar.
Misalnya saja, keringat akan menjadi bau bila kita terlalu banyak mengonsumsi daging dan makanan yang banyak mengandung kolin seperti telur, hati ikan, dan kacang-kacangan. Sebaiknya hindari juga makanan yang banyak mengandung bawang merah, bawang putih, makanan pedas, gorengan dan makanan berlemak, karena juga bisa menyebabkan bau badan. "Kopi dan alkohol juga bisa bikin keringat bau," katanya.
Selain makanan, tingkat stres juga ikut mempengaruhi bau keringat. Sebab kelenjar apokrin biasanya mengeluarkan keringat lebih banyak ketika sedang mengalami peningkatan emosional seperti marah, takut, maupun gembira.
Tapi menurut Mulyadi keringat akibat stres dan mengkonsumsi makanan ini masih bisa dijaga dengan menjaga pola makan. Namun lain halnya jika bau badan yang merupakan hasil dari kelainan genetik.
Bau keringat akibat kelainan genetik ini menurut Mulyadi sulit untuk dihilangkan atau disebumbuhkan. Bahkan orang-orang yang bau secara genetik cenderung memiliki bau badan yang sangat kuat. "Itu karena bisa saja baunya perpaduan antara bau cuka dan keju," katanya.
Kelainan genetik langka ini disebut trimetilaminuria. Bau jenis ini tidak hanya pada keringatnya, tetapi juga pada napas dan urin.
Sindrom ini disebabkan oleh cacat pada enzim yang memecah trimetilamina, atau produk sampingan dari pencernaan protein yang dikeluarkan oleh bakteri yang ada dalam usus.
Bau badan jenis ini memang terbilang langka, tetapi banyak juga yang mengidapnya. "Kelainan genetik ini tidak bisa kita apa-apakan, karena disebabkan enzim. Kalau ada steam cell mungkin bisa dengan memperbaiki genetiknya, tapi mesinnya sendiri belum ada," kata Mulyadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News