Edukasi

Begini penggunaan comparative adjective dan superlative adjective yang tepat

Rabu, 21 Juli 2021 | 14:39 WIB   Penulis: Tiyas Septiana
Begini penggunaan comparative adjective dan superlative adjective yang tepat

ILUSTRASI. Begini penggunaan comparative adjective dan superlative adjective yang tepat. REUTERS/Andrew Kelly.

KONTAN.CO.ID - Comparative dan superlative adjective merupakan salah satu materi penting yang perlu dipelajari dalam grammar bahasa Inggris. 

Jika di bahasa Indonesia kita menggunakan kata "lebih" dalam sebuah kalimat untuk membandingkan dua atau lebih benda, bahasa Inggris sedikit berbeda. 

Dalam bahasa Inggris, saat membandingkan dua atau lebih benda kita menggunakan comparative atau superlative. Baik comparative dan superlative, digunakan untuk memodifikasi adjective (kata sifat).

Lalu, apa bedanya comparative dengan superlative jika keduanya digunakan untuk membandingkan sesuatu?

Melansir dari Grammarly, comparative digunakan saat membandingkan sifat dari dua benda. Sedangkan superlative membandingkan satu benda dari banyak benda, artinya pembandingnya lebih dari satu. 

Baca Juga: Tips jitu mengatasi Android lemot tanpa perlu pergi ke tempat service

Comparative adjective

Saat membandingkan dua benda dalam bahasa Inggris, kita menggunakan bentuk comparative. Ada dua cara untuk menunjukkan berbandingan comparative yaitu menggunakan "-er" dan "more".

Bersumber dari British Council, imbuhan -er digunakan untuk kata yang hanya memiliki satu suku kata:

  • The train is faster than car. Artinya, kereta api lebih cepat dari mobil. 

Penggunaan more untuk kata yang memiliki lebih dari satu suku kata:

  • In my opinion Johnny Depp is more handsome than Nicholas Cage. Artinya, menurut saya Johnny Depp lebih tampan dari Nicholas Cage. 

Jangan lupa untuk memberi tambahan than setelah kata adjective. Untuk menentukan suku kata, Anda bisa menggunakan bantuan jari.

Cobalah ucapkan kata sambil menghitung jumlah suku katanya menggunakan jari-jari Anda. 

Baca Juga: Rahasia sukses melamar ke perusahaan multinasional, IPK tinggi bukan kunci utama

Editor: Tiyas Septiana
Terbaru