Bens Leo mengawali karir bermodal nekat, mewawancarai Koes Plus!

Senin, 29 November 2021 | 12:16 WIB Sumber: Wikipedia
Bens Leo mengawali karir bermodal nekat, mewawancarai Koes Plus!

ILUSTRASI. Pengamat musik Bens Leo

KONTAN.CO.ID - TANGSEL. Benediktus Hadi Utomo (8 Agustus 1952 – 29 November 2021), lebih dikenal sebagai Bens Leo, adalah seorang jurnalis dan musisi terkenal. Ia juga seorang pemerhati musik dan hiburan Indonesia.

Bens Leo adalah anggota awal tim sosialisasi Anugerah Musik Indonesia (AMI). Bens juga dikenal sebagai pencari bakat dan produser musik, dimana ia berhasil memproduksi album debutnya Kahitna Cinta Cinta pada tahun 1993. Bens pernah menjabat sebagai pemimpin redaksi majalah remaja Anita Cemerlang, yang memuat cerita pendek dan gaya hidup.

Bens Leo meninggal dunia pada 29 November 2021, pukul 08:24 di Jakarta karena sakit.

Baca Juga: Pengamat musik Bens Leo meninggal dunia pagi ini

Karier Bens Leo sebenarnya dimulai ketika ia gagal dalam seleksi masuk AKABRI (sekarang Akademi Militer Indonesia). Ia juga terlambat mendaftar pendidikan pilot di Curug dan tidak tega meminta uang sekolah kepada ibu tunggalnya.

Saat itu Bens Leo nekat mewawancarai salah satu anggota Koes Plus, Tonny Koeswoyo, dengan menggunakan peralatan seadanya. Untungnya, Tony dengan rendah hati menyetujui permintaannya.

Bens mengirimkan artikel hasil wawancara tersebut ke Berita Yudha Sport & Film.

Alhasil, seminggu setelah itu, artikelnya yang berjudul Sejarah Koes Bersaudara dimuat sebagai headline di surat kabar tersebut. Ia kemudian direkrut untuk menulis di rubrik Seni Budaya. Mengetahui hal itu, Tony Koeswoyo memberinya referensi untuk mewawancarai Panbers.

Artikel dari wawancaranya dengan Panbers dikirim ke Aktuil. Dari Aktuil, dia mendapat nama alias Bens Leo.

Baca Juga: Konser virtual jadi peluang industri musik tetap merdu saat pandemi corona (Covid-19)

Karirnya terus menanjak dengan mewawancarai Rasela, Gipsy, Barong's Band, serta liputan Festival Lagu Pop Indonesia. Bahkan pada tahun 1974, ia mulai ditunjuk sebagai anggota Dewan Juri Festival Lagu Pop Indonesia yang berpuncak pada Festival Lagu Populer Dunia di Tokyo, Jepang.

Pada tahun 1976, ia diundang atas nama pribadinya dan Aktuil sebagai satu-satunya jurnalis musik Indonesia untuk meliput World Popular Song Festival Tokyo, Jepang 1976, menemani Guruh Soekarno Putra, Grace Simon dan Idris Sardi.

Pada tahun 2000, Maxi Gunawan, seorang musisi dan pengusaha, mengajak Bens Leo untuk membangun kerajaan bisnis media cetak musik, yang kemudian diberi nama NewsMusik. Namun, dia Bens mengundurkan diri pada tahun 2003.

Baca Juga: RUU Permusikan Dianggap Menyisakan Pasal Karet

Bens Leo sangat vokal menentang pembajakan di dunia musik. Bagi Bens Leo, masalah ini bukan hanya tentang perusahaan rekaman atau pemerintah, tetapi juga sesama musisi. Maraknya pelanggaran hak cipta atau pembajakan juga dipicu oleh penurunan penjualan karya musik dalam bentuk fisik.

Menikah dengan Pauline Endang, Bens Leo memiliki seorang putra, Addo Gustaf Putra. Hingga akhir hayatnya, Bens tinggal di Cirendeu, Ciputat, Tangerang Selatan.

Selanjutnya: Komjen Pol Syafruddin pimpin FKPM ke Al-Azhar, ajukan kesetaraan ijazah pesantren

Editor: Hasbi Maulana
Terbaru