Edukasi

Dianggap tepat, 84,7% publik menilai positif bantuan kuota internet Kemendikbud

Jumat, 23 Oktober 2020 | 12:11 WIB   Penulis: Tiyas Septiana
Dianggap tepat, 84,7% publik menilai positif bantuan kuota internet Kemendikbud

ILUSTRASI. Dianggap tepat, 84,7 persen publik menilai positif bantuan kuota internet Kemendikbud.


KONTAN.CO.ID - Penyaluran bantuan kuota internet dari Kementerian Pendidkan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memasuki bulan kedua. Meskipun pada awalnya banyak pro dan kontra dengan kebijakan ini, masyarakat nyatanya menunjukkan respons positif. 

Bersumber dari laman resmi Kemendikbud, survei yang diselenggarakan oleh Lembaga Arus Survei Indonesia (ASI) tentang program bantuan kuota dari Kemendikbud menunjukkan hasil positif.

Mayoritas masyarakat menilai, kebijakan tersebut merupakan langkah tepat guna menjawab urgensi di tengah pandemi virus corona baru.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemendikbud Hasan Chabibie mengaku merasa lega dengan penilaian positif publik. Hal terpenting dari kebijakan bantuan kuota internet bisa membantu pembelajaran jarak jauh di masa pandemi. 

Baca Juga: Mulai cair bantuan kuota belajar Kemendikbud Oktober, website pembelajaran bertambah

Kebijakan dinilai tepat

Hasil survei dari ASI menunjukkan, sebanyak 84,7% masyarakat menilai program bantuan kuota gratis adalah langkah tepat di tengah pandemi. 

Hanya 13,7% yang kontra dengan kebijakan bantuan kuota Kemendikbud. Sedang 1,6% sisanya menjawab tidak tahu atau tidak menjawab. 

Lalu, sebanyak 85,6% publik menilai bantuan kuota gratis membantu meringankan beban ekonomi orangtua pelajar. Hanya 13,6% yang menyatakan tidak setuju. Sisanya 1,6% mengaku tidak tahu atau tidak jawab. 

Ali Rif'an, Direktur Eksklusif ASI, menerangkan, sebanyak 63,2% masyarakat mengaku puas dengan kinerja Pusdatin Kemendikbud dalam penyaluran bantuan kuota gratis. Ada 32,1% tidak puas dan 4,7% mengaku tidak tahu atau tidak jawab. 

Baca Juga: Permudah informasi kuota belajar gratis, 3 Indonesia hadirkan hotline khusus

Metode yang digunakan dalam survei ini adalah multistage random sampling. Responden berjumlah 1.000 orang dari 34 provinsi di Indonesia. 

Margin of error +/- 3,10% pada tingkat kepercayaan 95%. Survei dilaksanakan pada 7-11 Oktober lalu dengan metode wawancara telepon atau kuesioner. 

Mahasiswa menjadi surveyor dalam survei kali ini. Mereka telah mendapatkan pelatihan intensif di setiap pelaksanaan survei. 

Bantuan kuota internet dari Kemendikbud diberikan hingga November 2020 mendatang. Oktober ini, bantuan kuota akan diberikan melalui dua tahap.

Tahap I bantuan kuota internet diberikan 22-24 Oktober 2020. Tahap II akan diberikan pada 28-30 Oktober 2020 sesuai dengan jadwal yang dirilis Kemendikbud. 

Selanjutnya: Kemendikbud: Total bantuan kuota belajar sebesar 35,7 juta nomor ponsel

 

Editor: Tiyas Septiana


Terbaru