Tokoh

Geprek Bensu ulang tahun ketiga, Ruben Onsu sedih nasib karyawan

Jumat, 17 April 2020 | 22:49 WIB   Reporter: Titis Nurdiana
Geprek Bensu ulang tahun ketiga, Ruben Onsu sedih nasib karyawan

ILUSTRASI. Ruben Onsu. KONTAN/ Alri Kemas (19/11/2015)

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Duet bisnis kakak beradik Ruben Onsu dan Jordi Onsu di Geprek Bensu memasuki usia ketiga, Jumat (17/4). Lewat PT Onsu Pangan Bersama, Ruben dan Jordi menjalankan sejumlah bisnis kuliner dengan brand Geprek Bensu.

Sejumlah bisnis kuliner digeluti pebisnis dan juga artis yang biasa dikenal dengan Bensu (Ruben Onsu), yakni Ayam Geprek Bensu, Bensu Bakso, Big Ben Kopi, Bensu Drink dan berbagai produk lainnya.

 Lewat perayaan secara ulang tahun virtual berjudul T3erbaik Geprek Bensu, Ruben yang juga chief executive officer (CEO) dalam sambutannya menyatakan, bahwa ulang tahun ini spesial. 

Lantaran tak bisa dirayakan bersama dengan para karyawan karena pandemi corona yang mengharuskan semua jaga jarak, “Ini juga special karena tantangannya besar bagi kita semua,” ujar Ruben  dengan mata berkaca-kaca.

Ia mengaku sedih memikirkan nasib para karyawan." Nasib mereka ada di tangan kita semua. Kami tahu banget, posisi sekarang bukan hanya kalian tapi juga kami, kami  tidak pernah  berhenti bekerja," kata Ruben.. Sampai saat ini, jumlah karyawan Ruben bersama mitra  Bensu mencapai 6.500 orang.

Ia menyakinkan bahwa seluruh tim berupaya maksimal agar bisnis Bensu tetap berjalan. Ia juga minta maaf dan pengertian dari mitranya lantaran penjualan tidak seperti biasa karena virus corona (Covid-19).

"Saya dan adik saya terutama terus mencoba menemukan jalan agar bisa survive, memulai dari nol dengan hal yang baru. Minimal bisa naik perlahan, itu yang coba kami pikirkan bersama,” ujarnya.

Ruben mengaku tengah menyiapkan strategi agar penjualan bisa tetap berjalan dan karyawan bisa tetap bekerja. Seluruh otletnya hingga kini  masih berjalan seperti biasa dengan standar pelayanan sesuai anjuran pemerintah.

Ruben memahami keluhan mitra, antara lain terkait biaya sewa sampai  penundaan pembukaan outlet baru yang harus ditunda.

 

 


Editor: Titis Nurdiana


Terbaru