Inilah 6 cara menyimpan daging kurban agar bisa tahan lama

Jumat, 31 Juli 2020 | 17:04 WIB Sumber: Kompas.com
Inilah 6 cara menyimpan daging kurban agar bisa tahan lama

ILUSTRASI. Untuk menyimpan daging kurban, tidak perlu dicuci dahulu. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/foc/17.

Jakarta. Hari Raya Idul Adha 1441 H sudah dilaksanakan serentak di Indonesia 31 Juli 2020. Sebagian umat muslim sudah mendapat daging kurban. Bagaimana cara menyimpan daging kurban agar tahan lama?

Tentunya, daging kurban harus disimpan agar tidak membusuk. Bagaimana cara menyimpan daging kurban? Simak cara menyimpan daging kurban yang benar sebagai berikut.

Baca jugaTak perlu repot, 11 bandara ini sudah menyediakan layanan rapid test corona

Daging adalah bahan makanan yang cepat rusak. Kandungan nutrisi yang terkandung di dalam dan permukaannya yang basah sangat mendukung bagi kehidupan mikroorganisme. Aktivitas mikroorganisme seperti bakteri atau jamur dapat menyebabkan daging menjadi rusak dan busuk.

Jika daging busuk ini sampai dimakan, sangat mungkin akan menimbulkan masalalh kesehatan. Meski sudah dimasak dalam suhu tinggi, mengonsumsi daging sapi maupun daging kambing yang telah busuk tetap berisiko membuat seseorang mengalami keracunan makanan.

Bakteri pada daging yang busuk mungkin saja akan mati akibat panas yang dihasilkan saat proses memasak. Tapi masalahnya, bakteri tersebut bisa jadi telah meninggalkan racun pada daging, sehingga dapat menyebabkan keracunan. Maka dari itu, Anda perlu menyimpan daging sapi maupun daging kambing secara tepat agar tetap sehat dan higienis. Caranya:

1. Daging jangan dicuci dulu Melansir

Buku Hidangan Lezat: Daging Sapi dan Kambing (2013) oleh Tim Dapur Esensi, apabila belum akan dimasak, daging sebaiknya jangan dicuci terlebih dahulu untuk kemudian disimpan di dalam kulkas. Mencuci daging sapi maupun kambing ketika akan disimpan hanya akan menambahkan kandungan air pada daging tersebut.

Menyimpan daging yang berair padahal akan membuat daging lebih mudah mengalami freezer burn. Freezer burn adalah kondisi yang terjadi ketika makanan telah rusak oleh dehidrasi dan oksidasi, karena udara mencapai makanan.

Daging yang mengalami freezer burn akan terlihat mongering. Selain itu, proses pencucian membuat daging rentan terkontaminasi bakteri lain yang berasal dari tempat pencucian maupun air itu sendiri.

2. Segera masukkan daging ke kulkas

Daging mentah, baik itu daging sapi, kambing, atau ayam akan lebih baik jika tidak disimpan terlalu lama di suhu ruangan. Terlebih lagi, daging hanya ditaruh di sembarang tempat. Jika demikian, bukan tidak mungkin daging dapat terkontaminasi berbagai bakteri, termasuk Salmonella penyebab tipes dan E. coli yang dapat menyebabkan diare hingga infeksi usus serius.

Baca juga: Jangan langsung olah daging kurban menjadi sate, ini alasannya

Seperti diketahui, suhu bisa sangat memengaruhi pertumbuhan mikroorganisme. Jadi, penting untuk segera memasukkan daging ke dalam kulkas, setidaknya 1 jam setelah diperoleh. Pada temperatur dingin, mikroorganisme pembusuk tidak aktif, sehingga daging yang disimpan tidak mudah rusak.

3. Potong kecil daging sebelum disimpan

Sebelum disimpan, daging sapi maupun kambing sebaiknya dipotong-potong terlebih dahulu menjadi bagian yang lebih kecil. Tindakan ini punya beberapa manfaat. Misalnya, daging yang berukuran lebih kecil tentu akan lebih mudah dicairkan daripada yang besar.

Selain itu, memotong daging menjadi lebih kecil akan meminimalkan kontak daging lain yang belum akan diolah dengan tangan yang mungkin saja telah tekontaminasi bakteri bibit penyakit.

4. Bungkus daging dengan plastik

Sebelum disimpan di lemari es, daging sebaiknya dibungkus dengan plastik agar permukannya tidak “kering” atau mengalami freezer burn, terlebih lagi jika daging tersebut memiliki kadar lemak yang tinggi. Membungkus daging dengan plastik atau wadah tertutup juga bisa menghindarkan daging terkontaminasi bakteri dari bahan makanan lain selama disimpan dalam lemari es.

5. Simpan di dalam freezer agar lebih tahan lama

Agar lebih tahan lama, daging perlu disimpan di dalam freezer dengan suhu kurang dari –12 derejat Celsius. Melansir Buku Aneka Olahan Daging Sapi: Sehat, Bergizi, dan Lezat (2005) oleh Ir. Hj. Komariah, MSi dkk, pembekuan telah diakui sebagai suatu cara yang sangat bagi untuk pengawetan daging.

Baca juga: Asyik, 6 kelompok pelanggan PLN ini dapat insentif listrik, ini rinciannya

Cara ini akan menghasilkan lebih sedikit perubahan yang tidak diinginkan dari sifat daging, baik kualitas maupun rasanya Sebagian besar nilai gizi daging akan dipertahankan selama pembekuan dan hanya zat makanan yang larut dalam air yang akan hilang bersama cairan daging (drip) selama proses pencairan kembali.

Apabila cara pembekuan dan cara menyimpan daging sudah benar, kerusakan warna, aroma, dan sari minyak akan lebih kecil. Pembekuan pada temperature di bawah –10 derajat Celsius, sebagian besar kerusakan yang disebabkan oleh aktivitas mikroba dan enzim akan berkurang. Lama penyimpanan maksimum daging sapi yang dianjurkan, yakni sebagai berikut:

  • 2 bulan pada temperatur -12 derajat Celsius
  • 4 bulan pada temperatur –18 derajat Celsius
  • 8 bulan pada temperatur -24 derajat Celsius
  • 12 bulan pada temperatur -30 derajat Celsius

6. Daging jangan dicairkan di suhu ruangan

Jika ingin mengolah daging yang sudah dibekukan dalam freezer, jangan dicairkan di suhu ruangan. Daging yang sudah bersentuhan dengan udara luar akan mulai bereaksi terhadap bakteri. Sebagai solusi, pindahkan daging ke chiller terlebih dahulu agar daging mencair tanpa kehilangan suhu dinginnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "6 Cara Menyimpan Daging Agar Tidak Mudah Busuk", 

Penulis : Irawan Sapto Adhi
Editor : Irawan Sapto Adhi

Halaman   1 2 3 Tampilkan Semua
Editor: Adi Wikanto
Terbaru