Kontrol Gula Darah Rutin dan Gaya Hidup Sehat, Kunci Hindari Diabetes

Senin, 14 November 2022 | 14:00 WIB   Reporter: Tim KONTAN
Kontrol Gula Darah Rutin dan Gaya Hidup Sehat, Kunci Hindari Diabetes

ILUSTRASI. Kontan - Kalbe Kilas Online

KONTAN.CO.ID -  Angka orang diabetes (diabetesi) di dunia sangat mengkhawatirkan. Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF), sebanyak 537 juta orang dewasa di usia 20-79 tahun atau satu dari sepuluh orang menderita diabetes di seluruh dunia. Bahkan, diabetes menyebabkan 6,7 juta kematian atau satu orang meninggal setiap lima detik.

Berdasarkan negara, IDF mencatat jumlah penderita diabetes di Indonesia mencapai 19,5 juta orang atau terbesar kelima dunia. Peringkat pertama ditempati oleh China sebanyak 140,87 juta, peringkat kedua diisi India sebanyak 74,19 juta, ketiga Pakistan berjumlah 32,96 juta, dan peringkat keempat Amerika Serikat sebesar 32,22 juta.

Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ( P2PTM Kemenkes RI ) bahkan memprediksi penderita diabetes di Indonesia bisa mencapai 30 juta orang pada 2030.

Diabetes memang disebut penyakit yang mematikan. Diabetes menyerang karena ketidakmampuan tubuh mengurai gula menjadi energi tubuh. P2PTM Kemenkes RI menjelaskan, ketika manusia makan, tubuh akan mengubah karbohidrat menjadi gula (glukosa) sebagai sumber energi.

Proses itu dibantu hormon insulin yang dihasilkan pankreas. Bila produksi insulin terganggu, kadar gula akan meningkat dalam darah yang menimbulkan penyakit diabetes. Orang yang jarang olahraga dan tidak menerapkan pola hidup sehat berisiko lebih tinggi terkena diabetes.

Kontan - Kalbe Kilas Online

Untuk menyadarkan bahaya tersebut, PT Sanghiang Perkasa (KALBE Nutritionals) bekerja sama dengan Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA) dan Persatuan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) mengadakan LIVE talkshow, sekaligus memperingati Hari Diabetes Dunia 2022 pada tanggal 14 November nanti. Rangkaian LIVE talkshow Diabetasol ini diadakan di 12 kota yaitu Jakarta, Malang, Bandung, Medan, Yogyakarta, Palembang, Balikpapan, Bali, Manado, Semarang, Surabaya, dan Makassar. Selain itu, Kalbe Nutritionals juga menggelar webinar medis di lima negara Asia, termasuk Indonesia pada 10–12 November 2022.

Director of Special Needs and Healthy Lifestyle Nutrition KALBE Nutritionals Tunghadi Indra mengatakan, jumlah diabetesi Indonesia terus mengalami peningkatan karena gaya hidup tidak sehat. Untuk itu, Kalbe Nutritionals berkomitmen mengedukasi masyarakat dan membuat produk serta suplemen bagi masyarakat agar mampu mengontrol gula darah. “Setiap tahunnya kita mendapatkan fakta bahwa angka diabetes di Indonesia dan dunia masih mengalami peningkatan dikarenakan berbagai faktor terutama gaya hidup,” kata Tunghadi.

Lewat dua program itu, Tunghadi berharap KALBE Nutritionals turut berkontribusi meningkatkan urgensi menjaga gula darah, sehingga masyarakat dapat beraktivitas normal tanpa diabetes. “Kami berharap masyarakat dapat mengontrol gula darahnya sehingga kualitas hidup meningkat dan aktivitas sehari-hari dapat berjalan dengan baik,” jelas Tunghadi.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PERKENI Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD, FINASIM menyebut diabetes adalah penyakit yang tidak bisa disembuhkan, bahkan bisa menambah komplikasi. Menurutnya, pola hidup sehat menjadi keharusan untuk menghindari diabetes.

“Meningkatnya kasus diabetes di Indonesia ini disebabkan utamanya karena generasi sekarang semakin mudah mengakses makanan dan minuman manis yang tidak sehat. Oleh karena itu masyarakat Indonesia perlu waspada dan menjaga gaya hidup dan pola makan sehat,” ucap Prof. Ketut.

Prof. Ketut menyarankan masyarakat untuk rutin mengontrol gula darah dan diet diabetes. Agar tubuh fit, ia berpendapat masyarakat harus giat olahraga minimal 30 menit dan memiliki perasaan bahagia guna meningkatkan kualitas hidup.

Pembicara lainnya dalam webinar, dr. Ekky M. Rahardja, MS, Sp.GK, menganjurkan diabetesi mengatur pola makan dengan asupan makanan berkalori rendah, termasuk menggunakan pemanis tanpa kalori. “Khusus untuk penyandang diabetes, dianjurkan bisa mengatur pola makan harian yang berkalori rendah dan small feeding tapi sering,” kata dr. Ekky.

Ia menekankan, kalori yang tinggi sangat berbahaya untuk tubuh manusia. Untuk itu, diabetes bisa menyerang siapa saja meski tanpa riwayat penyakit diabetes dari keluarga. “Tapi bukan berarti yang tidak berisiko tidak perlu waspada,” sambung dr. Ekky.

Pembicara lain, Dr. dr. Fatimah Eliana Taufik, Sp.PD, K-EMD, FINASIM, mengakui diabetes tidak bisa disembuhkan. Namun, bila sudah terdiagnosis, diabetesi harus rutin kontrol untuk menghindari komplikasi.

Masyarakat juga harus memahami gejala awal agar diabetes tidak berkembang menjadi komplikasi. “Diabetes itu tidak bisa disembuhkan tapi dan jika sudah terdiagnosis harus dijaga agar tidak memburuk atau terjadi komplikasi,” pungkas dr. Fatimah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Ridwal Prima Gozal

Terbaru